29 Januari 2024 10:00
Teknik Menulis yang Baik dan Benar Lanjutkan membacaBersyukur dan Kesejahteraan Psikologis
Sekilas, mengucapkan terima-kasih adalah hal biasa. Kata itu diucapkan seseorang kepada pihak yang telah berbuat baik terhadapnya, misalnya kepada pelayan yang sudah menyuguhi secangkir kopi. Kata yang bermakna sama dan terdengar lebih agamis adalah syukur. Kita bersyukur pada Tuhan atas kesembuhan dari suatu penyakit. Berterima kasih atau bersyukur pada dasarnya adalah sikap menghargai semua aspek kehidupan sebagai suatu anugerah yang diterima seseorang, baik menyenangkan atau menyakitkan.
Manfaat Bersyukur
Sejumlah penelitian ilmiah tentang efek bersyukur terhadap berbagai komponen individu, fisik dan mental, telah dilakukan. Dikutip dari laman American Heart Association, manfaat bersyukur terlihat pada:
- Kondisi fisik/fisiologis, seperti meningkatkan kualitas tidur dan kekebalan tubuh, juga menyehatkan jantung. Ketika bersyukur, tubuh mengeluarkan hormon yang menimbulkan perasaan baik sehingga membantu kita mengelola stres dan menimbulkan rasa bahagia, menambah energi, dan membangun pikiran positif.
- Kondisi mental, seperti menjaga suasana hati tetap baik, mengembangkan emosi positif, menerima keberbedaan, membangun hubungan sosial yang kuat, menurunkan depresi, kecemasan, dan stres. Ahli neurosains mengungkapkan bahwa otak sering terfokus pada hal negatif yang terjadi pada kita, dan bersyukur menjadi penyeimbang kecenderungan alamiah ini.
Kedua kondisi di atas saling terkait dan merupakan suatu kesatuan. Tentunya, sisi mental atau psikologis yang sehat akan membangun tubuh yang sehat juga. Begitu juga, kondisi fisik yang sehat akan menenangkan dan menyehatkan pikiran.
Hubungan antara Syukur dan Kesejahteraan Psikologis
Dalam psikologi dikenal terminologi kesejahteraan psikologis atau keadaan psikis yang sehat yang sejalan dengan kriteria yang menunjukkan fungsi psikis yang baik. Individu yang sejahtera secara psikologis mampu menerima diri sendiri dan masa lalunya, merancang masa depan, menjalin hubungan pertemanan yang sehat, mandiri dan bebas dari penilaian dan persetujuan orang lain, menyesuaikan diri dan menguasai lingkungannya dan sanggup bertahan pada tekanan, serta terus menerus ingin mengembangkan diri.
Mengutip penelitian yang dilakukan oleh Dzakiyyah Fatmala dan Citra Ayu Kumala Sari dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung, dari Journal of Islamic and Contemporary Psychology, Vol 2 No 2, June 2022 tentang "Pengaruh Rasa Syukur terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa S1 UIN Tulungagung di Masa Pandemi Covid-19", bersyukur berperan penting dalam diri individu dan berkorelasi tinggi dengan kesejahteraan psikologis. Artinya, dalam situasi menekan, seperti pandemi Covid-19, secara umum mahasiswa tetap tampil tenang, mampu meminimalisir kekhawatiran, berdamai dengan alur kehidupan dan tetap percaya diri bahwa hidup mereka bermakna.
Melihat hubungan erat antara bersyukur dan kesejahteraan psikologis, maka rajin-rajinlah kita bersyukur. Agama juga mengajarkan bahwa semakin kita bersyukur semakin banyak kebaikan yang akan datang lagi pada kita.
Melatih Diri untuk Selalu Bersyukur Dapat Dilakukan Melalui:
- Ucapan, misalnya dengan selalu bersyukur kepada Tuhan bila menerima kebaikan atau ketidaknyamanan, atau berterima-kasih kepada orang yang telah berbuat baik pada kita, atau dapat juga dilakukan dengan mendoakan kebaikan dan keselamatan bagi anggota keluarga, kerabat, dan teman.
- Tulisan, misalnya membuat jurnal syukur sesaat sebelum tidur dengan menuliskan paling sedikit lima hal yang kita syukuri hari itu. Dengan konsisten mengisi dan membaca ulang jurnal syukur, kita menjadi peka terhadap hal kecil dan sederhana di sekeliling, yang memperkaya pengalaman dan membahagiakan.
- Perbuatan, misalnya dengan merawat kenikmatan, ikhlas menerima kesenangan dan kesedihan, berbagi dengan sesama, atau tidak mudah iri pada orang lain. Merawat rumah yang kita miliki adalah bentuk syukur kita yang sudah dianugerahi tempat berlindung yang nyaman. Begitu juga berbagi kebahagiaan dengan sesama yang tentunya akan membahagiakan kita juga.
Penutup
Setiap orang tentu mendambakan keadaan ideal dengan kondisi fisik yang baik, sehat dan prima dan kondisi mental yang baik, damai, pikiran yang tenang dan jauh dari perasaan gelisah dengan tujuan mencapai kebahagiaan. Keadaan ini bisa dicapai dengan bersyukur. Bila dilakukan secara konsisten melalui ucapan, tulisan, atau perbuatan, maka akan terbangun kebahagiaan dengan kondisi fisik dan mental yang baik, sehat, dan kuat.