Budaya Partisipasi Mahasiswa di Media Sosial
| Penulis | : | Prof. Dr. Abdul Basit, M.Ag. dan Atipa Muji, M.Kom. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | viii + 128 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Buku ini membahas tentang budaya partisipasi mahasiswa Indonesia dalam pengembangan konten akademik dan dakwah di media sosial. Ketertarikan Penulis untuk membahas tema tersebut disebabkan media sosial menjadi media yang paling banyak digunakan oleh generasi muda di Indonesia dan karakteristik media sosial, salah satunya, menjadi media sharing bersama antarpengguna media sosial. Jika mahasiswa Indonesia hanya mengonsumsi tanpa melakukan produksi terhadap konten media sosial, berarti konten media sosial diisi oleh generasi muda lainnya yang notabene kurang terdidik. Implikasi lebih lanjut konten media sosial kurang memberikan makna yang signifikan bagi perkembangan kehidupan generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, budaya partisipasi perlu ditumbuhkan dan dikembangkan di kalangan mahasiswa agar media sosial berisi konten-konten yang bermanfaat dan bermakna bagi generasi muda dan sekaligus mengurangi berita-berita atau konten-konten hoaks yang acap kali mewarnai media sosial yang ada di Indonesia.
Stok Kosong
Budaya Partisipasi Mahasiswa di Media Sosial
| Penulis | : | Prof. Dr. Abdul Basit, M.Ag. dan Atipa Muji, M.Kom. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | viii + 128 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Buku ini membahas tentang budaya partisipasi mahasiswa Indonesia dalam pengembangan konten akademik dan dakwah di media sosial. Ketertarikan Penulis untuk membahas tema tersebut disebabkan media sosial menjadi media yang paling banyak digunakan oleh generasi muda di Indonesia dan karakteristik media sosial, salah satunya, menjadi media sharing bersama antarpengguna media sosial. Jika mahasiswa Indonesia hanya mengonsumsi tanpa melakukan produksi terhadap konten media sosial, berarti konten media sosial diisi oleh generasi muda lainnya yang notabene kurang terdidik. Implikasi lebih lanjut konten media sosial kurang memberikan makna yang signifikan bagi perkembangan kehidupan generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, budaya partisipasi perlu ditumbuhkan dan dikembangkan di kalangan mahasiswa agar media sosial berisi konten-konten yang bermanfaat dan bermakna bagi generasi muda dan sekaligus mengurangi berita-berita atau konten-konten hoaks yang acap kali mewarnai media sosial yang ada di Indonesia.
Stok Kosong