Menu

Puisi Alhamdulilah : Antologi Puisi Ibnu Burdah

Penulis : Ibnu Burdah
Ukuran : 10.5 x 14.8 cm
Tebal : viii + 59 hlm.
ISBN : 978-623-466-411-9
Cover : Soft cover
Berat :  

Saya mengklaim bait-bait yang tertulis dalam buku ini adalah puisi meski zat-zat puitis yang terkandung di dalamnya sedikit sekali. Lebih banyak kandungan zat opini. Saya berharap pembaca pun bersedia memaksakan diri untuk menyebutnya puisi, bukan opini.

Karena itu, tak ada yang perlu dipersiapkan untuk membaca antologi puisi ini. Tidak rumit, tidak simbolik apalagi hipersimbolik. Kunyah saja tanpa mengernyitkan dahi dalam-dalam, tanpa berpikir panjang, tanpa bekerja keras untuk menerka dan merentangkan imajinasi pengarang untuk mencari sesuap interpretasi, atau membentangkan kemungkinan-kemungkinan. Ini adalah opini awam yang coba dipuisi-puisikan, dipoles dengan keindahan yang penuh keterbatasan. Tapi, justru itu, kalian tak perlu mengerahkan tenaga dalam-dalam untuk mengecap rasa dan makna, tentu jika di dalamnya ada.

Kunyah saja kawan!. Tidak terlalu lezat memang tapi juga tidak terlalu memprihatinkan. Asal ada semangat dan keinginan untuk bersama menyusuri kata-kata itu, mungkin kau disitu menemukan sesuatu. Bersamai saja kata-kata itu mengalir bersama air atau berhembus bersama angin, jangan kau paksa dia berbelok ke kiri atau ke kanan, apalagi kau perkosa untuk memberi arti sesuai nafsumu. Tidak perlu.  Buang-buang waktu.

Saya juga merasa tak perlu mengucapkan kepada -jika ada- para pembaca “selamat membaca!”. Sebab itu adalah ungkapan berlebihan. Biasa saja. Jika ada yang ingin membaca, bacalah sesukamu: bisa dilihat dari atas, bawah, depan ataupun belakang. Bahkan dari samping kiri dan kanan. Yang penting kau nyaman, kawan! Silahkan!

Stok Kosong

Puisi Alhamdulilah : Antologi Puisi Ibnu Burdah

Penulis : Ibnu Burdah
Ukuran : 10.5 x 14.8 cm
Tebal : viii + 59 hlm.
ISBN : 978-623-466-411-9
Cover : Soft cover
Berat :  

Saya mengklaim bait-bait yang tertulis dalam buku ini adalah puisi meski zat-zat puitis yang terkandung di dalamnya sedikit sekali. Lebih banyak kandungan zat opini. Saya berharap pembaca pun bersedia memaksakan diri untuk menyebutnya puisi, bukan opini.

Karena itu, tak ada yang perlu dipersiapkan untuk membaca antologi puisi ini. Tidak rumit, tidak simbolik apalagi hipersimbolik. Kunyah saja tanpa mengernyitkan dahi dalam-dalam, tanpa berpikir panjang, tanpa bekerja keras untuk menerka dan merentangkan imajinasi pengarang untuk mencari sesuap interpretasi, atau membentangkan kemungkinan-kemungkinan. Ini adalah opini awam yang coba dipuisi-puisikan, dipoles dengan keindahan yang penuh keterbatasan. Tapi, justru itu, kalian tak perlu mengerahkan tenaga dalam-dalam untuk mengecap rasa dan makna, tentu jika di dalamnya ada.

Kunyah saja kawan!. Tidak terlalu lezat memang tapi juga tidak terlalu memprihatinkan. Asal ada semangat dan keinginan untuk bersama menyusuri kata-kata itu, mungkin kau disitu menemukan sesuatu. Bersamai saja kata-kata itu mengalir bersama air atau berhembus bersama angin, jangan kau paksa dia berbelok ke kiri atau ke kanan, apalagi kau perkosa untuk memberi arti sesuai nafsumu. Tidak perlu.  Buang-buang waktu.

Saya juga merasa tak perlu mengucapkan kepada -jika ada- para pembaca “selamat membaca!”. Sebab itu adalah ungkapan berlebihan. Biasa saja. Jika ada yang ingin membaca, bacalah sesukamu: bisa dilihat dari atas, bawah, depan ataupun belakang. Bahkan dari samping kiri dan kanan. Yang penting kau nyaman, kawan! Silahkan!

Stok Kosong

Buku Rekomendasi