Refleksi Spiritual Era Modernitas Datuak Majo Nan Sati
| Penulis | : | Dr. Mukhtar Amiruddin Ahmad, S.Fil.I., M.A. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xiv + 266 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-752-3 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 310 gram |
Di tengah derasnya arus modernitas—teknologi, globalisasi, dan individualisme—manusia modern menghadapi krisis identitas, keterasingan, dan disorientasi nilai. Buku ini menawarkan refleksi kritis atas kondisi tersebut, dengan menekankan pentingnya spiritualitas sebagai dimensi transformatif dalam kehidupan pribadi dan sosial.
Sosok Datuak Majo Nan Sati (Dr. Suherman Saleh) adalah cerminan bahwa hidup yang dijalani dengan niat tulus dan semangat belajar akan meninggalkan jejak yang menginspirasi lintas generasi. Buku ini mengeksplorasi sintesis antara kearifan lokal Minangkabau dan kesadaran spiritual kontemporer. Dengan pendekatan interdisipliner, penulis mengajak pembaca untuk melihat spiritualitas bukan sekadar urusan pribadi, tetapi sebagai energi etik dan praksis dalam membangun peradaban yang adil, manusiawi, dan bermakna.
Buku ini adalah undangan untuk berpikir, merasa, dan bertindak, bukan hanya demi memahami dunia, tetapi juga untuk ikut membentuknya.
Stok Kosong
Refleksi Spiritual Era Modernitas Datuak Majo Nan Sati
| Penulis | : | Dr. Mukhtar Amiruddin Ahmad, S.Fil.I., M.A. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xiv + 266 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-752-3 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 310 gram |
Di tengah derasnya arus modernitas—teknologi, globalisasi, dan individualisme—manusia modern menghadapi krisis identitas, keterasingan, dan disorientasi nilai. Buku ini menawarkan refleksi kritis atas kondisi tersebut, dengan menekankan pentingnya spiritualitas sebagai dimensi transformatif dalam kehidupan pribadi dan sosial.
Sosok Datuak Majo Nan Sati (Dr. Suherman Saleh) adalah cerminan bahwa hidup yang dijalani dengan niat tulus dan semangat belajar akan meninggalkan jejak yang menginspirasi lintas generasi. Buku ini mengeksplorasi sintesis antara kearifan lokal Minangkabau dan kesadaran spiritual kontemporer. Dengan pendekatan interdisipliner, penulis mengajak pembaca untuk melihat spiritualitas bukan sekadar urusan pribadi, tetapi sebagai energi etik dan praksis dalam membangun peradaban yang adil, manusiawi, dan bermakna.
Buku ini adalah undangan untuk berpikir, merasa, dan bertindak, bukan hanya demi memahami dunia, tetapi juga untuk ikut membentuknya.
Stok Kosong