The Spirit of Time: Ritme Peradaban Waktu
| Penulis | : | Dr. Mukhtar, S.Fil.I., MA |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xvi + 317 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-101-9 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Fata ma fata lantarji' ayyamullati madhat “yang berlalu biarlah berlalu: waktu yang telah pergi tidak akan kembali lagi". Namun berbeda dengan apa yang telah dilewati oleh penulis, yang berlalu adalah waktu namun peristiwanya tidak, jejaknya dapat diilustrasikan kembali melalui imajinasi khayal, sehingga apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan dapat dihadirkan kembali menjadi narasi masa kini yang sifatnya informatif untuk masa yang akan datang.
Memahami, betapa sia-sia waktu itu jika setiap jiwa tidak dapat mengambil ibrah dari apa yang telah dilalui bersama waktunya. Buku ini telah mengantarkan bentuk pengetahuan baru bagi kita hari ini. Dan begitulah tradisi intelektualitas manusia, apapun yang bersinggungan dengan kehidupan akan diresapi dan dirasakan dengan baik lalu dicari solusinya dan diungkapkan dengan kata.
Bagi para pemikir raganya sepi sebab ia sering menyendiri, namun jiwanya ramai sebab pikirannya menerawang pada setiap sudut analisis yang selalu mencari makna atas apa yang sedang dihadapi. Hadirnya banyak problem dalam pikiran menabuh harapan dalam hati untuk menggapai perobahan demi perobahan, lalu mencoba menyelam lebih jauh pada upaya mencari akar persoalan.
Waktu bagi yang merenungi merupakan ancaman serius, sedetik saja ia berhenti sejauh apapun kemampuan manusia memahaminya tidak akan berguna lagi. Bukan kekuatan serta kecepatan yang mengantarkan manusia sampai pada tujuannya, melainkan semua itu karena ia masih memiliki waktu dalam menempuh jalan. Melalui The Spirit of Time kita memahami ritme peradaban waktu.
Stok Kosong
The Spirit of Time: Ritme Peradaban Waktu
| Penulis | : | Dr. Mukhtar, S.Fil.I., MA |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xvi + 317 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-101-9 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Fata ma fata lantarji' ayyamullati madhat “yang berlalu biarlah berlalu: waktu yang telah pergi tidak akan kembali lagi". Namun berbeda dengan apa yang telah dilewati oleh penulis, yang berlalu adalah waktu namun peristiwanya tidak, jejaknya dapat diilustrasikan kembali melalui imajinasi khayal, sehingga apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan dapat dihadirkan kembali menjadi narasi masa kini yang sifatnya informatif untuk masa yang akan datang.
Memahami, betapa sia-sia waktu itu jika setiap jiwa tidak dapat mengambil ibrah dari apa yang telah dilalui bersama waktunya. Buku ini telah mengantarkan bentuk pengetahuan baru bagi kita hari ini. Dan begitulah tradisi intelektualitas manusia, apapun yang bersinggungan dengan kehidupan akan diresapi dan dirasakan dengan baik lalu dicari solusinya dan diungkapkan dengan kata.
Bagi para pemikir raganya sepi sebab ia sering menyendiri, namun jiwanya ramai sebab pikirannya menerawang pada setiap sudut analisis yang selalu mencari makna atas apa yang sedang dihadapi. Hadirnya banyak problem dalam pikiran menabuh harapan dalam hati untuk menggapai perobahan demi perobahan, lalu mencoba menyelam lebih jauh pada upaya mencari akar persoalan.
Waktu bagi yang merenungi merupakan ancaman serius, sedetik saja ia berhenti sejauh apapun kemampuan manusia memahaminya tidak akan berguna lagi. Bukan kekuatan serta kecepatan yang mengantarkan manusia sampai pada tujuannya, melainkan semua itu karena ia masih memiliki waktu dalam menempuh jalan. Melalui The Spirit of Time kita memahami ritme peradaban waktu.
Stok Kosong