Agroklimatologi
| Penulis | : | Akas Pinaringan Sujalu |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 218 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-393-8 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 0 |
Agroklimatologi merupakan ilmu interdisipliner yang berkaitan dengan pendefinisian dan penerapan pengetahuan tentang interaksi antara faktor klimatologi dan hidrologi serta sistem biologi untuk penggunaan praktis dalam pertanian. Klimatologi Pertanian diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan membahas berbagai aspek iklim yang berhubungan dengan permasalahan pertanian. Di dalam arti sempit, pertanian hanya meliputi tanaman, dan dalam arti luas juga meliputi peternakan dan perikanan. Tujuan utama dari agroklimatologi adalah untuk memperluas dan menggunakan sepenuhnya pengetahuan tentang atmosfer dan proses terkait untuk mengoptimalkan produksi pertanian. Tujuan kedua yang semakin penting adalah membantu melestarikan sumber daya alam dan melindungi sumber daya tanah, tanaman, dan air. Interaksi lingkungan dari berbagai organisme yang berhubungan dengan pertanian difokuskan pada tanaman pertanian dan hortikultura.
Pertanian merupakan sektor yang paling sensitif terhadap iklim dan cuaca. Cuaca yang tidak menentu selalu menjadi penyebab utama variabilitas produksi pertanian, tetapi era teknologi telah meningkatkan kerentanan ini meskipun telah menyediakan beberapa cara untuk melindungi pertanian dari kondisi yang merugikan. Oleh karena itu, para ahli agroklimatologi memiliki perhatian yang signifikan terhadap ketersediaan dan ketahanan pangan karena keterkaitannya yang erat dengan variabilitas cuaca dan iklim antar tahunan. Bahkan di daerah-daerah yang memiliki iklim yang dianggap ideal untuk tanaman, pengelolaan air menjadi perhatian utama, terutama di daerah-daerah di mana penggunaan air tawar yang saling bersaing memberikan tekanan yang lebih besar pada penggunaan air untuk pertanian. Oleh karena itu, ahli Agroklimatologi dapat diharapkan untuk memainkan peran yang semakin besar dalam bekerja sama dengan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk menjawab tantangan masalah lingkungan yang baru ini. Dalam Meteorological Glossary (McIntosh, 1972) dikatakan agroklimatologi mengambil peran penting sebagai pengetahuan yang luas tentang berbagai hubungan antara iklim dan subjek-subjek pertanian dan peternakan, memungkinkan penggalian potensi iklim di tiap tempat untuk perencanaan intensifikasi dan ekstensifikasinya.
Stok Kosong
Agroklimatologi
| Penulis | : | Akas Pinaringan Sujalu |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 218 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-393-8 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 0 |
Agroklimatologi merupakan ilmu interdisipliner yang berkaitan dengan pendefinisian dan penerapan pengetahuan tentang interaksi antara faktor klimatologi dan hidrologi serta sistem biologi untuk penggunaan praktis dalam pertanian. Klimatologi Pertanian diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan membahas berbagai aspek iklim yang berhubungan dengan permasalahan pertanian. Di dalam arti sempit, pertanian hanya meliputi tanaman, dan dalam arti luas juga meliputi peternakan dan perikanan. Tujuan utama dari agroklimatologi adalah untuk memperluas dan menggunakan sepenuhnya pengetahuan tentang atmosfer dan proses terkait untuk mengoptimalkan produksi pertanian. Tujuan kedua yang semakin penting adalah membantu melestarikan sumber daya alam dan melindungi sumber daya tanah, tanaman, dan air. Interaksi lingkungan dari berbagai organisme yang berhubungan dengan pertanian difokuskan pada tanaman pertanian dan hortikultura.
Pertanian merupakan sektor yang paling sensitif terhadap iklim dan cuaca. Cuaca yang tidak menentu selalu menjadi penyebab utama variabilitas produksi pertanian, tetapi era teknologi telah meningkatkan kerentanan ini meskipun telah menyediakan beberapa cara untuk melindungi pertanian dari kondisi yang merugikan. Oleh karena itu, para ahli agroklimatologi memiliki perhatian yang signifikan terhadap ketersediaan dan ketahanan pangan karena keterkaitannya yang erat dengan variabilitas cuaca dan iklim antar tahunan. Bahkan di daerah-daerah yang memiliki iklim yang dianggap ideal untuk tanaman, pengelolaan air menjadi perhatian utama, terutama di daerah-daerah di mana penggunaan air tawar yang saling bersaing memberikan tekanan yang lebih besar pada penggunaan air untuk pertanian. Oleh karena itu, ahli Agroklimatologi dapat diharapkan untuk memainkan peran yang semakin besar dalam bekerja sama dengan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk menjawab tantangan masalah lingkungan yang baru ini. Dalam Meteorological Glossary (McIntosh, 1972) dikatakan agroklimatologi mengambil peran penting sebagai pengetahuan yang luas tentang berbagai hubungan antara iklim dan subjek-subjek pertanian dan peternakan, memungkinkan penggalian potensi iklim di tiap tempat untuk perencanaan intensifikasi dan ekstensifikasinya.
Stok Kosong