Menu

Akhlak dan Kebahagiaan: Menapaki Jalan Filosofis Ibnu Miskawaih

Penulis : Dr. Ernita Dewi, S.Ag., M.Hum.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 357 hlm.
ISBN : 978-623-466-060-9
Cover : Soft cover
Berat : 410 gram

Mencapai kebahagiaan hidup yang sempurna juga menjadi kajian panjang para filsuf Islam, salah satunya adalah Ibnu Miskawaih. Sebagai seorang muslim, Miskawaih menggemakan ajaran Islam yang mengharuskan muslim berprilaku baik dengan mengedepankan akhlakul Karimah, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Miskawaih berpendapat bahwa akhlak mulia harus ditanamkan sedini mungkin kepada anak-anak agar ketika dewasa perbuatan baik akan terpatri dalam dirinya.

Meskipun secara lahiriah manusia dilahirkan dalam tujuan baik dan diminta berprilaku baik. Hasrat dan ambisi membuat mereka berubah dalah mengemban misi penciptaannya. Sejarah telah menjadi bukti, bagaimana pembunuhan pertama (tindakan tak bermoral) sudah terjadi pada masa Nabi Adam ketika ambisi melebihi batasan dari aturan yang ditetapkan. Secara empiris, manusia yang tadinya diharap sebagai wadah bermoral bertrannsformasi menjadi kumpulan daging yang hina dengan berbagai perbuatan dzalim.

Buku ini hadir untuk pihak yang berminat memahami kebahagiaan dan jalan memperolehnya. Bersandar pada pemikiran Ibnu Miskawaih dan beberapa filsuf lain yang pemikirannya ditampilkan dalam buku ini, maka setidaknya kita telah menemukan kiat mendapatkan kebahagiaan sesuai dengan ajaran Islam dan tuntunan Rasulullah Muhammad Saw.

Stok Kosong

Akhlak dan Kebahagiaan: Menapaki Jalan Filosofis Ibnu Miskawaih

Penulis : Dr. Ernita Dewi, S.Ag., M.Hum.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 357 hlm.
ISBN : 978-623-466-060-9
Cover : Soft cover
Berat : 410 gram

Mencapai kebahagiaan hidup yang sempurna juga menjadi kajian panjang para filsuf Islam, salah satunya adalah Ibnu Miskawaih. Sebagai seorang muslim, Miskawaih menggemakan ajaran Islam yang mengharuskan muslim berprilaku baik dengan mengedepankan akhlakul Karimah, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Miskawaih berpendapat bahwa akhlak mulia harus ditanamkan sedini mungkin kepada anak-anak agar ketika dewasa perbuatan baik akan terpatri dalam dirinya.

Meskipun secara lahiriah manusia dilahirkan dalam tujuan baik dan diminta berprilaku baik. Hasrat dan ambisi membuat mereka berubah dalah mengemban misi penciptaannya. Sejarah telah menjadi bukti, bagaimana pembunuhan pertama (tindakan tak bermoral) sudah terjadi pada masa Nabi Adam ketika ambisi melebihi batasan dari aturan yang ditetapkan. Secara empiris, manusia yang tadinya diharap sebagai wadah bermoral bertrannsformasi menjadi kumpulan daging yang hina dengan berbagai perbuatan dzalim.

Buku ini hadir untuk pihak yang berminat memahami kebahagiaan dan jalan memperolehnya. Bersandar pada pemikiran Ibnu Miskawaih dan beberapa filsuf lain yang pemikirannya ditampilkan dalam buku ini, maka setidaknya kita telah menemukan kiat mendapatkan kebahagiaan sesuai dengan ajaran Islam dan tuntunan Rasulullah Muhammad Saw.

Stok Kosong