Di Tanah Suci Kutemukan Jalan Kembali: Kenangan Perjalanan Umrah (edisi Khusus)
| Penulis | : | Supriyanto & Kris Abdurahman |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xvi + 175 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 220 gram |
Buku Di Tanah Suci Kutemukan Jalan Kembali: Kenangan Perjalanan Umrah merekam perjalanan spiritual 44 jamaah dari berbagai daerah di Indonesia yang dipertemukan dalam satu rombongan ibadah umrah. Lebih dari sekadar catatan perjalanan, buku ini menghadirkan kisah-kisah reflektif yang lahir dari pengalaman nyata para jamaah saat berada di Mekah dan Madinah. Setiap langkah ibadah—dari Raudhah yang menggetarkan hati, thawaf yang memusatkan cinta kepada Allah, hingga sa’i yang mengajarkan arti ikhtiar—menjadi ruang perenungan yang membuka kesadaran baru tentang makna hidup, keimanan, dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Melalui narasi yang emosional dan penuh hikmah, buku ini menggambarkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci adalah perjalanan hati yang mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia. Para jamaah tidak hanya pulang membawa kenangan, tetapi juga janji perubahan: menjadi lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa umrah bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan kembali kepada Allah—sebuah panggilan suci yang datang tepat pada waktu terbaik dan meninggalkan jejak mendalam dalam jiwa setiap yang mengalaminya.
Stok Kosong
Di Tanah Suci Kutemukan Jalan Kembali: Kenangan Perjalanan Umrah (edisi Khusus)
| Penulis | : | Supriyanto & Kris Abdurahman |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xvi + 175 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 220 gram |
Buku Di Tanah Suci Kutemukan Jalan Kembali: Kenangan Perjalanan Umrah merekam perjalanan spiritual 44 jamaah dari berbagai daerah di Indonesia yang dipertemukan dalam satu rombongan ibadah umrah. Lebih dari sekadar catatan perjalanan, buku ini menghadirkan kisah-kisah reflektif yang lahir dari pengalaman nyata para jamaah saat berada di Mekah dan Madinah. Setiap langkah ibadah—dari Raudhah yang menggetarkan hati, thawaf yang memusatkan cinta kepada Allah, hingga sa’i yang mengajarkan arti ikhtiar—menjadi ruang perenungan yang membuka kesadaran baru tentang makna hidup, keimanan, dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Melalui narasi yang emosional dan penuh hikmah, buku ini menggambarkan bahwa perjalanan ke Tanah Suci adalah perjalanan hati yang mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia. Para jamaah tidak hanya pulang membawa kenangan, tetapi juga janji perubahan: menjadi lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa umrah bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan kembali kepada Allah—sebuah panggilan suci yang datang tepat pada waktu terbaik dan meninggalkan jejak mendalam dalam jiwa setiap yang mengalaminya.
Stok Kosong