Menu

Dinamika Intelektual Ulama Banjar Dalam Arus Sejarah Islam di Nusantara

Penulis : Rahmadi, S.Ag., M.Pd.I. 
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : vi + 193 hlm.
ISBN : 978-623-466-540-6
Cover : Soft cover
Berat : 250 gram

Banyak buku yang membahas tentang ulama di Nusantara baik dari segi biografi, karya, maupun pemikirannya. Dari sekian buku tentang ulama tersebut, kajian tentang dinamika intelektual di kalangan ulama Banjar tampaknya masih belum banyak disajikan. Perbincangan tentang ulama Banjar sering kali didominasi pada kajian terhadap beberapa tokoh ulama Banjar, seperti Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, dan Syekh Abdurrahman Shiddiq al-Banjari, sementara ulama Banjar lainnya tidak banyak disinggung. Karena itu, buku ini berupaya menyajikan sejumlah ulama Banjar lainnya dalam konteks perkembangan intelektual Islam di Nusantara. Buku ini memuat bahasan tentang jaringan, genealogi, dan referensi intelektual ulama Banjar yang membentuk formasi pemikiran ulama Banjar. Di samping itu, buku ini menyajikan pula bahasan tentang respons ulama Banjar terhadap gerakan pembaruan Islam yang juga menyebar di wilayah mereka pada awal abad ke-20.

Sajian buku ini dapat menjadi salah satu referensi terkait sejarah Islam di Nusantara berkaitan dengan sejarah intelektual ulama Banjar untuk melengkapi literatur tentang ulama Nusantara yang selama ini telah banyak beredar.

Stok Kosong

Dinamika Intelektual Ulama Banjar Dalam Arus Sejarah Islam di Nusantara

Penulis : Rahmadi, S.Ag., M.Pd.I. 
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : vi + 193 hlm.
ISBN : 978-623-466-540-6
Cover : Soft cover
Berat : 250 gram

Banyak buku yang membahas tentang ulama di Nusantara baik dari segi biografi, karya, maupun pemikirannya. Dari sekian buku tentang ulama tersebut, kajian tentang dinamika intelektual di kalangan ulama Banjar tampaknya masih belum banyak disajikan. Perbincangan tentang ulama Banjar sering kali didominasi pada kajian terhadap beberapa tokoh ulama Banjar, seperti Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, dan Syekh Abdurrahman Shiddiq al-Banjari, sementara ulama Banjar lainnya tidak banyak disinggung. Karena itu, buku ini berupaya menyajikan sejumlah ulama Banjar lainnya dalam konteks perkembangan intelektual Islam di Nusantara. Buku ini memuat bahasan tentang jaringan, genealogi, dan referensi intelektual ulama Banjar yang membentuk formasi pemikiran ulama Banjar. Di samping itu, buku ini menyajikan pula bahasan tentang respons ulama Banjar terhadap gerakan pembaruan Islam yang juga menyebar di wilayah mereka pada awal abad ke-20.

Sajian buku ini dapat menjadi salah satu referensi terkait sejarah Islam di Nusantara berkaitan dengan sejarah intelektual ulama Banjar untuk melengkapi literatur tentang ulama Nusantara yang selama ini telah banyak beredar.

Stok Kosong