Menu

Ekoteologi Islam Keindonesiaan: Teologi, Etika Lingkungan, dan Peradaban Berkelanjutan

Penulis : Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 323 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 470 gram

Krisis ekologis yang melanda dunia dewasa ini bukan sekadar persoalan kerusakan lingkungan, tetapi juga krisis moral, spiritual, dan peradaban. Perubahan iklim, deforestasi, pencemaran, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam telah mengalami ketidakseimbangan yang serius. Dalam konteks tersebut, Islam menawarkan landasan teologis dan etis yang kuat untuk membangun kembali relasi harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Buku Ekoteologi Islam Keindonesiaan: Teologi, Etika Lingkungan, dan Peradaban Berkelanjutan hadir sebagai upaya komprehensif untuk mengkaji paradigma lingkungan hidup dari perspektif Islam. Buku ini menguraikan konsep dasar ekoteologi, pandangan dunia Islam tentang alam semesta, peran manusia sebagai khalifah dan pemegang amanah lingkungan, serta ajaran Al-Qur’an dan Hadis yang menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Selain itu, pembahasan juga mencakup etika lingkungan Islam, fikih lingkungan, pemikiran para ulama Muslim, hubungan antara ekoteologi dan sains modern, hingga keterkaitannya dengan isu keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Keistimewaan buku ini terletak pada pengembangan perspektif Ekoteologi Islam Keindonesiaan, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai universal Islam dengan realitas sosial, budaya, dan ekologis Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam dan keragaman hayati yang luar biasa. Melalui pendekatan ini, pembaca diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab keagamaan. Ditulis secara sistematis dan mudah dipahami, buku ini sangat relevan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, aktivis lingkungan, tokoh agama, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi. 
 

Stok Kosong

Ekoteologi Islam Keindonesiaan: Teologi, Etika Lingkungan, dan Peradaban Berkelanjutan

Penulis : Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 323 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 470 gram

Krisis ekologis yang melanda dunia dewasa ini bukan sekadar persoalan kerusakan lingkungan, tetapi juga krisis moral, spiritual, dan peradaban. Perubahan iklim, deforestasi, pencemaran, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam telah mengalami ketidakseimbangan yang serius. Dalam konteks tersebut, Islam menawarkan landasan teologis dan etis yang kuat untuk membangun kembali relasi harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Buku Ekoteologi Islam Keindonesiaan: Teologi, Etika Lingkungan, dan Peradaban Berkelanjutan hadir sebagai upaya komprehensif untuk mengkaji paradigma lingkungan hidup dari perspektif Islam. Buku ini menguraikan konsep dasar ekoteologi, pandangan dunia Islam tentang alam semesta, peran manusia sebagai khalifah dan pemegang amanah lingkungan, serta ajaran Al-Qur’an dan Hadis yang menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Selain itu, pembahasan juga mencakup etika lingkungan Islam, fikih lingkungan, pemikiran para ulama Muslim, hubungan antara ekoteologi dan sains modern, hingga keterkaitannya dengan isu keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Keistimewaan buku ini terletak pada pengembangan perspektif Ekoteologi Islam Keindonesiaan, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai universal Islam dengan realitas sosial, budaya, dan ekologis Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam dan keragaman hayati yang luar biasa. Melalui pendekatan ini, pembaca diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab keagamaan. Ditulis secara sistematis dan mudah dipahami, buku ini sangat relevan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, aktivis lingkungan, tokoh agama, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bumi. 
 

Stok Kosong