Hijrah di Era Digital di Kalangan Gen-Z Perguruan Tinggi Umum
| Penulis | : | Wardani, Taufik Warman Mahfuzh, Bashori |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 139 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-664-9 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 180 gram |
Era digital membawa perubahan drastis dalam keberagamaan, tak terkecuali di kalangan generasi Z (Gen-Z) yang kini sedang mengenyam pendidikan tinggi. Salah satu sisi keberagamaan di kalangan mereka yang kini mengalami perubahan adalah fenomena berhijrah, yaitu berubah secara baik atau lebih baik secara keagamaan. Melalui postingan-postingan opini di gadget, mereka belajar memahami hijrah dan bertransformasi atau mengalami konversi secara keagamaan. Buku ini menganalisis fenomena ini di Gen-Z perguruan tinggi umum yang tentu saja tidak banyak mendapat pendidikan mata kuliah agama, tapi mereka banyak memahaminya dari dunia maya. Pembahasan dalam buku ini menyoroti tiga hal, pertama, keberadaan hijrah sebagai fenomena konversi keagamaan yang disebabkan oleh sejumlah faktor tertentu. Kedua, pembenarannya melalui pemahaman terhadap ayat-ayat al-Qur`an terkait mengenai empat hal: hijrah sebagai syarat keimanan yang benar, hubungan antara hijrah dan jihad (perang), sah atau tidaknya kepemimpinan orang kafir, dan keutamaan hijrah dan jihad. Ketiga, latar belakang psikologis, sosiologis, dan religius di balik fenomena berhijrah dan pemahaman atas teks-teks ayat al-Qur`an tersebut. Pemerhati kajian keagamaan di era digital, pemerhati generasi muda, dan peminat kajian al-Qur`an perlu mengetahui hasil kajian penting ini.
Stok Kosong
Hijrah di Era Digital di Kalangan Gen-Z Perguruan Tinggi Umum
| Penulis | : | Wardani, Taufik Warman Mahfuzh, Bashori |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 139 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-664-9 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 180 gram |
Era digital membawa perubahan drastis dalam keberagamaan, tak terkecuali di kalangan generasi Z (Gen-Z) yang kini sedang mengenyam pendidikan tinggi. Salah satu sisi keberagamaan di kalangan mereka yang kini mengalami perubahan adalah fenomena berhijrah, yaitu berubah secara baik atau lebih baik secara keagamaan. Melalui postingan-postingan opini di gadget, mereka belajar memahami hijrah dan bertransformasi atau mengalami konversi secara keagamaan. Buku ini menganalisis fenomena ini di Gen-Z perguruan tinggi umum yang tentu saja tidak banyak mendapat pendidikan mata kuliah agama, tapi mereka banyak memahaminya dari dunia maya. Pembahasan dalam buku ini menyoroti tiga hal, pertama, keberadaan hijrah sebagai fenomena konversi keagamaan yang disebabkan oleh sejumlah faktor tertentu. Kedua, pembenarannya melalui pemahaman terhadap ayat-ayat al-Qur`an terkait mengenai empat hal: hijrah sebagai syarat keimanan yang benar, hubungan antara hijrah dan jihad (perang), sah atau tidaknya kepemimpinan orang kafir, dan keutamaan hijrah dan jihad. Ketiga, latar belakang psikologis, sosiologis, dan religius di balik fenomena berhijrah dan pemahaman atas teks-teks ayat al-Qur`an tersebut. Pemerhati kajian keagamaan di era digital, pemerhati generasi muda, dan peminat kajian al-Qur`an perlu mengetahui hasil kajian penting ini.
Stok Kosong