Isa a.s. dalam Tafsir Al-Quranul Karim: Dialog Al-Qur’an dan Bibel Perspektif Ulama Tiga Serangkai
| Penulis | : | Dr. Muhammad Reza Fadil, M.Ag. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | viii + 252 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 295 gram |
Isa a.s. dalam Tafsir Al-Quranul Karim: Dialog Al-Qur'an dan Bibel Perspektif Ulama Tiga Serangkai mengkaji pemikiran Abdul Halim Hasan, Zainal Arifin Abbas, dan Abdurrahim Haitami mengenai ayat-ayat Al-Qur'an tentang Nabi Isa a.s. sebagaimana tertuang dalam Tafsir Al-Quranul Karim. Sebagai salah satu karya monumental tafsir Nusantara yang disusun pada awal abad ke-20, tafsir ini lahir dalam konteks meningkatnya interaksi dan perdebatan antara Islam dan Kristen di Hindia Belanda. Kondisi tersebut memengaruhi corak penafsirannya, khususnya ketika membahas persoalan-persoalan kristologi seperti kelahiran Isa tanpa ayah, mukjizat, penyaliban, ketuhanan Isa, Trinitas, hingga konsep "Anak Allah".
Berbeda dengan kajian-kajian sebelumnya, buku ini tidak hanya mendeskripsikan isi penafsiran, tetapi juga mengungkap bagaimana para penafsir membangun dialog dengan Bibel dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an. Melalui pendekatan intertekstualitas, pembaca diajak melihat bahwa Bibel digunakan bukan semata sebagai objek kritik, melainkan sebagai bagian dari strategi argumentasi tafsir yang berfungsi mengonfirmasi, mengevaluasi, mengoreksi, maupun menjelaskan berbagai persoalan teologis.
Salah satu kontribusi penting buku ini adalah perumusan lima model penukilan Bibel dalam Tafsir Al-Quranul Karim, yaitu model konfirmatif-dialogis, evaluatif-internal kritis, afirmatif-retoris, polemis-korektif, dan historis-diagnostik. Temuan ini memperlihatkan bahwa hubungan Al-Qur'an dan Bibel dalam tradisi tafsir Indonesia berlangsung secara kompleks dan sistematis, sehingga membuka perspektif baru dalam kajian tafsir, studi agama-agama, dan hubungan antar kitab suci.
Selain menawarkan hasil penelitian akademik, buku ini juga memiliki nilai dokumentatif. Tafsir Al-Quranul Karim merupakan salah satu warisan intelektual Islam Indonesia yang kini semakin sulit diperoleh. Dengan mengangkat tema Isa a.s. secara khusus, buku ini membantu menghadirkan kembali sebagian isi dan corak penafsiran karya tersebut kepada pembaca masa kini, sehingga pemikiran Ulama Tiga Serangkai dapat lebih dikenal, dikaji, dan diapresiasi oleh generasi baru.
Ditulis dengan bahasa yang komunikatif tanpa mengurangi kedalaman analisis, buku ini layak dibaca oleh dosen, mahasiswa, peneliti, pegiat dialog antaragama, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap studi Al-Qur'an, tafsir Nusantara, kristologi Islam, dan hubungan Al-Qur'an dengan Bibel. Buku ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi dalam memperkaya khazanah studi Al-Qur'an sekaligus menghidupkan kembali tradisi intelektual ulama Indonesia.
Stok Kosong
Isa a.s. dalam Tafsir Al-Quranul Karim: Dialog Al-Qur’an dan Bibel Perspektif Ulama Tiga Serangkai
| Penulis | : | Dr. Muhammad Reza Fadil, M.Ag. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | viii + 252 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 295 gram |
Isa a.s. dalam Tafsir Al-Quranul Karim: Dialog Al-Qur'an dan Bibel Perspektif Ulama Tiga Serangkai mengkaji pemikiran Abdul Halim Hasan, Zainal Arifin Abbas, dan Abdurrahim Haitami mengenai ayat-ayat Al-Qur'an tentang Nabi Isa a.s. sebagaimana tertuang dalam Tafsir Al-Quranul Karim. Sebagai salah satu karya monumental tafsir Nusantara yang disusun pada awal abad ke-20, tafsir ini lahir dalam konteks meningkatnya interaksi dan perdebatan antara Islam dan Kristen di Hindia Belanda. Kondisi tersebut memengaruhi corak penafsirannya, khususnya ketika membahas persoalan-persoalan kristologi seperti kelahiran Isa tanpa ayah, mukjizat, penyaliban, ketuhanan Isa, Trinitas, hingga konsep "Anak Allah".
Berbeda dengan kajian-kajian sebelumnya, buku ini tidak hanya mendeskripsikan isi penafsiran, tetapi juga mengungkap bagaimana para penafsir membangun dialog dengan Bibel dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an. Melalui pendekatan intertekstualitas, pembaca diajak melihat bahwa Bibel digunakan bukan semata sebagai objek kritik, melainkan sebagai bagian dari strategi argumentasi tafsir yang berfungsi mengonfirmasi, mengevaluasi, mengoreksi, maupun menjelaskan berbagai persoalan teologis.
Salah satu kontribusi penting buku ini adalah perumusan lima model penukilan Bibel dalam Tafsir Al-Quranul Karim, yaitu model konfirmatif-dialogis, evaluatif-internal kritis, afirmatif-retoris, polemis-korektif, dan historis-diagnostik. Temuan ini memperlihatkan bahwa hubungan Al-Qur'an dan Bibel dalam tradisi tafsir Indonesia berlangsung secara kompleks dan sistematis, sehingga membuka perspektif baru dalam kajian tafsir, studi agama-agama, dan hubungan antar kitab suci.
Selain menawarkan hasil penelitian akademik, buku ini juga memiliki nilai dokumentatif. Tafsir Al-Quranul Karim merupakan salah satu warisan intelektual Islam Indonesia yang kini semakin sulit diperoleh. Dengan mengangkat tema Isa a.s. secara khusus, buku ini membantu menghadirkan kembali sebagian isi dan corak penafsiran karya tersebut kepada pembaca masa kini, sehingga pemikiran Ulama Tiga Serangkai dapat lebih dikenal, dikaji, dan diapresiasi oleh generasi baru.
Ditulis dengan bahasa yang komunikatif tanpa mengurangi kedalaman analisis, buku ini layak dibaca oleh dosen, mahasiswa, peneliti, pegiat dialog antaragama, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap studi Al-Qur'an, tafsir Nusantara, kristologi Islam, dan hubungan Al-Qur'an dengan Bibel. Buku ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi dalam memperkaya khazanah studi Al-Qur'an sekaligus menghidupkan kembali tradisi intelektual ulama Indonesia.
Stok Kosong