Menu

K.H. Muhammadoen Daiman Runting: Nasihat Sang Singa Podium

Penulis : Dr. Khabibi Muhammad Luthfi, S.S., M.Hum.
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : xvi + 148 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 200 gram

Kedekatan antara Mbah Madoen dengan Habib Luthfi juga terlihat saat keduanya menunaikan ibadah haji dan umrah bersama. Pada momen tersebut, Mbah Madoen, Habib Luthfi, dan Mbah Datuk (K.H. M. Sukram, Undaan Kudus) sowan ke kediaman Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki di Mekah. Dalam pertemuan itu, ketiganya mendapatkan ijazah imamah dari Sayyid Muhammad. 

Lebih dari itu, setelah Mbah Madoen wafat, Habib Luthfi juga mengangkat putra-putrinya sebagai putra angkat. Pada malam, tepat setelah Mbah Madoen dimakamkan, Habib Luthfi mengumpulkan putra-putri Mbah Madoen. Beliau berkata:

“Iki putrane konco kula, kiai Muhammadoen, guru kula, nggih murid kula, kula angkat dadi anak kula nggantosi kiai Muhammadoen. Ridho nek aku dadi pengganti abahmu? Nek ana apa-apa omongke karo aku.”

Buku K.H. Muhammadoen Daiman Runting: Nasihat Sang Singa Podium menghadirkan perjalanan hidup, perjuangan dakwah, serta kumpulan nasihat dan mauidhah hasanah beliau yang dihimpun dari berbagai kesempatan, baik dalam forum formal maupun informal. Dilengkapi dengan kisah-kisah para santri, alumni, dan orang-orang yang pernah berinteraksi langsung dengannya, buku ini memberikan gambaran utuh tentang sosok ulama yang kharismatik sekaligus membumi.

Melalui buku ini, pembaca diajak meneladani nilai-nilai keikhlasan, keteguhan, kesederhanaan, kecintaan pada ilmu, serta semangat berdakwah yang diwariskan Mbah Madoen. Lebih dari sekadar biografi, buku ini merupakan sumber inspirasi yang menghadirkan hikmah dan pelajaran berharga bagi siapa saja yang ingin menapaki jalan pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.

Stok Kosong

K.H. Muhammadoen Daiman Runting: Nasihat Sang Singa Podium

Penulis : Dr. Khabibi Muhammad Luthfi, S.S., M.Hum.
Ukuran : 14 x 21 cm
Tebal : xvi + 148 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 200 gram

Kedekatan antara Mbah Madoen dengan Habib Luthfi juga terlihat saat keduanya menunaikan ibadah haji dan umrah bersama. Pada momen tersebut, Mbah Madoen, Habib Luthfi, dan Mbah Datuk (K.H. M. Sukram, Undaan Kudus) sowan ke kediaman Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki di Mekah. Dalam pertemuan itu, ketiganya mendapatkan ijazah imamah dari Sayyid Muhammad. 

Lebih dari itu, setelah Mbah Madoen wafat, Habib Luthfi juga mengangkat putra-putrinya sebagai putra angkat. Pada malam, tepat setelah Mbah Madoen dimakamkan, Habib Luthfi mengumpulkan putra-putri Mbah Madoen. Beliau berkata:

“Iki putrane konco kula, kiai Muhammadoen, guru kula, nggih murid kula, kula angkat dadi anak kula nggantosi kiai Muhammadoen. Ridho nek aku dadi pengganti abahmu? Nek ana apa-apa omongke karo aku.”

Buku K.H. Muhammadoen Daiman Runting: Nasihat Sang Singa Podium menghadirkan perjalanan hidup, perjuangan dakwah, serta kumpulan nasihat dan mauidhah hasanah beliau yang dihimpun dari berbagai kesempatan, baik dalam forum formal maupun informal. Dilengkapi dengan kisah-kisah para santri, alumni, dan orang-orang yang pernah berinteraksi langsung dengannya, buku ini memberikan gambaran utuh tentang sosok ulama yang kharismatik sekaligus membumi.

Melalui buku ini, pembaca diajak meneladani nilai-nilai keikhlasan, keteguhan, kesederhanaan, kecintaan pada ilmu, serta semangat berdakwah yang diwariskan Mbah Madoen. Lebih dari sekadar biografi, buku ini merupakan sumber inspirasi yang menghadirkan hikmah dan pelajaran berharga bagi siapa saja yang ingin menapaki jalan pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.

Stok Kosong