Menu

Membaca Ulang Ibnu Taimiyah: Melacak Akar Radikalisme dalam Pemaknaan Jihad di Indonesia

Penulis : Dr. Muhammad Saifuddin Umar, Lc., M.Pd.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xxii + 455 hlm.
ISBN : 978-623-466-812-4
Cover : Soft cover
Berat : 660 gram

Buku ini lahir dari kegelisahan intelektual atas maraknya penyalahgunaan pemikiran Ibnu Taimiyah untuk melegitimasi kekerasan dan terorisme. Buku ini menolak dua ekstrem sekaligus: pelabelan Ibnu Taimiyah sebagai “bapak spiritual terorisme” dan klaim kelompok radikal yang menjadikannya sumber pembenaran aksi kekerasan.

Dengan pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep fusion of horizons, buku ini menelusuri pemikiran autentik Ibnu Taimiyah tentang jihad sebagaimana tertuang dalam Majmu’ Fatawa dan karya-karya lainnya. Jihad dipahami sebagai konsep multidimensi, meliputi jihad melawan hawa nafsu, jihad dengan lisan dan pena, serta jihad fisik yang bersifat defensif, beretika, dan dibatasi syarat-syarat ketat.

Melalui studi kasus kelompok dan pelaku terorisme di Indonesia, buku ini mengungkap pola pembacaan selektif, dekontekstualisasi, dan distorsi sistematis terhadap fatwa Ibnu Taimiyah. Akar kesalahpahaman tersebut dianalisis secara mendalam, mulai dari faktor metodologis, pendidikan keagamaan yang sempit, hingga kondisi sosial-politik yang membentuk horizon pemaknaan para pelaku radikalisme.

Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa pemikiran Ibnu Taimiyah yang dipahami secara komprehensif justru berpotensi menjadi sumber kontra-narasi terhadap radikalisme. Dengan menekankan prinsip maslahat, etika jihad, dan pentingnya konteks, buku ini menawarkan kontribusi akademis dan praktis bagi upaya deradikalisasi serta pemajuan pemahaman Islam yang damai, kontekstual, dan humanis.

Stok Kosong

Membaca Ulang Ibnu Taimiyah: Melacak Akar Radikalisme dalam Pemaknaan Jihad di Indonesia

Penulis : Dr. Muhammad Saifuddin Umar, Lc., M.Pd.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xxii + 455 hlm.
ISBN : 978-623-466-812-4
Cover : Soft cover
Berat : 660 gram

Buku ini lahir dari kegelisahan intelektual atas maraknya penyalahgunaan pemikiran Ibnu Taimiyah untuk melegitimasi kekerasan dan terorisme. Buku ini menolak dua ekstrem sekaligus: pelabelan Ibnu Taimiyah sebagai “bapak spiritual terorisme” dan klaim kelompok radikal yang menjadikannya sumber pembenaran aksi kekerasan.

Dengan pendekatan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep fusion of horizons, buku ini menelusuri pemikiran autentik Ibnu Taimiyah tentang jihad sebagaimana tertuang dalam Majmu’ Fatawa dan karya-karya lainnya. Jihad dipahami sebagai konsep multidimensi, meliputi jihad melawan hawa nafsu, jihad dengan lisan dan pena, serta jihad fisik yang bersifat defensif, beretika, dan dibatasi syarat-syarat ketat.

Melalui studi kasus kelompok dan pelaku terorisme di Indonesia, buku ini mengungkap pola pembacaan selektif, dekontekstualisasi, dan distorsi sistematis terhadap fatwa Ibnu Taimiyah. Akar kesalahpahaman tersebut dianalisis secara mendalam, mulai dari faktor metodologis, pendidikan keagamaan yang sempit, hingga kondisi sosial-politik yang membentuk horizon pemaknaan para pelaku radikalisme.

Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa pemikiran Ibnu Taimiyah yang dipahami secara komprehensif justru berpotensi menjadi sumber kontra-narasi terhadap radikalisme. Dengan menekankan prinsip maslahat, etika jihad, dan pentingnya konteks, buku ini menawarkan kontribusi akademis dan praktis bagi upaya deradikalisasi serta pemajuan pemahaman Islam yang damai, kontekstual, dan humanis.

Stok Kosong