Moderasi Beragama dalam Perspektif Normativitas dan Historisitas
| Penulis | : | Dr. Imam Alfiannoor, S.Ag., M.H.I., Dr. Arie Sulistyoko, S.Sos., M.H., dkk. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | xvi + 315 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 470 gram |
Artikulasi moderasi beragama dalam kerangka ekoteologis juga menunjukkan bahwa harmoni Tuhan, manusia, dan alam merupakan satu kesatuan relasional yang tidak terpisahkan. Relasi vertikal yang sehat melahirkan relasi horizontal yang adil, dan keduanya bermuara pada komitmen menjaga keteraturan kosmik. Paradigma ini menuntut transformasi cara pandang keberagamaan dari yang bersifat ritualistik dan antroposentris menuju keberagamaan yang reflektif, integratif, dan berorientasi keberlanjutan. Dengan demikian, moderasi beragama berbasis kesadaran ekoteologis dapat diposisikan sebagai fondasi konseptual sekaligus strategi normatif dalam merespons tantangan ekstremisme dan krisis ekologis secara simultan, melalui internalisasi nilai keseimbangan, tanggung jawab, dan kemaslahatan universal dalam praktik kehidupan beragama.
Buku ini layak dibaca bagi mereka yang mendalami kajian-kajian moderasi beragama, juga untuk para dosen, mahasiswa, aktivitis sosial, dan keagamaan.
Stok Kosong
Moderasi Beragama dalam Perspektif Normativitas dan Historisitas
| Penulis | : | Dr. Imam Alfiannoor, S.Ag., M.H.I., Dr. Arie Sulistyoko, S.Sos., M.H., dkk. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | xvi + 315 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 470 gram |
Artikulasi moderasi beragama dalam kerangka ekoteologis juga menunjukkan bahwa harmoni Tuhan, manusia, dan alam merupakan satu kesatuan relasional yang tidak terpisahkan. Relasi vertikal yang sehat melahirkan relasi horizontal yang adil, dan keduanya bermuara pada komitmen menjaga keteraturan kosmik. Paradigma ini menuntut transformasi cara pandang keberagamaan dari yang bersifat ritualistik dan antroposentris menuju keberagamaan yang reflektif, integratif, dan berorientasi keberlanjutan. Dengan demikian, moderasi beragama berbasis kesadaran ekoteologis dapat diposisikan sebagai fondasi konseptual sekaligus strategi normatif dalam merespons tantangan ekstremisme dan krisis ekologis secara simultan, melalui internalisasi nilai keseimbangan, tanggung jawab, dan kemaslahatan universal dalam praktik kehidupan beragama.
Buku ini layak dibaca bagi mereka yang mendalami kajian-kajian moderasi beragama, juga untuk para dosen, mahasiswa, aktivitis sosial, dan keagamaan.
Stok Kosong