Paradigma Psikologi Kritis: Pendidikan Kerakyatan dalam Pembentukan Karakter Anak Indonesia
| Penulis | : | Yuspendi |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 155 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 245 gram |
Buku Paradigma Psikologi Kritis: Pendidikan Kerakyatan dalam Pembentukan Karakter Anak Indonesia membahas secara komprehensif rekonstruksi pendidikan nasional melalui pendekatan psikologi kritis dan pendidikan kerakyatan. Materi disusun sistematis dari analisis makrosistem, mesosistem, hingga mikrosistem, sehingga pembaca diajak memahami persoalan pendidikan dari konteks global sampai kesadaran individu.
Pada bagian awal, buku mengulas sejarah pendidikan Indonesia sejak masa kolonial serta peran tokoh-tokoh seperti Ki Hajar Dewantara dan Tan Malaka dalam membangun kesadaran kritis melalui pendidikan. Selanjutnya dibahas kritik terhadap modernisasi dan kapitalisasi pendidikan yang menjauhkan sekolah dari realitas rakyat.
Secara teoretis, buku ini mengupas pemikiran dialektika dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel hingga Karl Marx, serta relevansinya dalam membangun pola pikir dialogis dan kritis di ruang kelas. Selain itu, pengaruh gagasan pembebasan dari Paulo Freire juga menjadi landasan dalam merumuskan konsep “ilmuwan-aktivis” bagi pendidik dan mahasiswa.
Keistimewaan buku ini terletak pada keberanian menawarkan paradigma alternatif pendidikan yang berpihak pada rakyat, bukan sekadar reproduksi sistem kapitalistik. Keunggulannya tampak pada integrasi antara teori filsafat, analisis sosial-politik, dan teknik praktis reedukasi pembentukan karakter anak Indonesia. Buku ini bukan hanya reflektif, tetapi juga aplikatif, menjadikannya rujukan penting bagi psikolog, pendidik, dan akademisi yang ingin membangun pendidikan yang memerdekakan dan berkarakter pada anak Indonesia.
Stok Kosong
Paradigma Psikologi Kritis: Pendidikan Kerakyatan dalam Pembentukan Karakter Anak Indonesia
| Penulis | : | Yuspendi |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 155 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 245 gram |
Buku Paradigma Psikologi Kritis: Pendidikan Kerakyatan dalam Pembentukan Karakter Anak Indonesia membahas secara komprehensif rekonstruksi pendidikan nasional melalui pendekatan psikologi kritis dan pendidikan kerakyatan. Materi disusun sistematis dari analisis makrosistem, mesosistem, hingga mikrosistem, sehingga pembaca diajak memahami persoalan pendidikan dari konteks global sampai kesadaran individu.
Pada bagian awal, buku mengulas sejarah pendidikan Indonesia sejak masa kolonial serta peran tokoh-tokoh seperti Ki Hajar Dewantara dan Tan Malaka dalam membangun kesadaran kritis melalui pendidikan. Selanjutnya dibahas kritik terhadap modernisasi dan kapitalisasi pendidikan yang menjauhkan sekolah dari realitas rakyat.
Secara teoretis, buku ini mengupas pemikiran dialektika dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel hingga Karl Marx, serta relevansinya dalam membangun pola pikir dialogis dan kritis di ruang kelas. Selain itu, pengaruh gagasan pembebasan dari Paulo Freire juga menjadi landasan dalam merumuskan konsep “ilmuwan-aktivis” bagi pendidik dan mahasiswa.
Keistimewaan buku ini terletak pada keberanian menawarkan paradigma alternatif pendidikan yang berpihak pada rakyat, bukan sekadar reproduksi sistem kapitalistik. Keunggulannya tampak pada integrasi antara teori filsafat, analisis sosial-politik, dan teknik praktis reedukasi pembentukan karakter anak Indonesia. Buku ini bukan hanya reflektif, tetapi juga aplikatif, menjadikannya rujukan penting bagi psikolog, pendidik, dan akademisi yang ingin membangun pendidikan yang memerdekakan dan berkarakter pada anak Indonesia.
Stok Kosong