Paradoks Keuangan di Asia: Menguak Hubungan Inklusi Keuangan dan Kinerja Fundamental Bank
| Penulis | : | Nurul Auliyah Putri S |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | viii + 99 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-829-2 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 135 gram |
Perbankan Asia berada di persimpangan antara mengejar profitabilitas dan menjalankan misi sosial melalui inklusi keuangan. Buku ini mengkaji hubungan tersebut menggunakan pendekatan ekonometrika dinamis System GMM pada data 35 negara Asia. Temuan utamanya menantang asumsi umum: dalam jangka pendek, inklusi keuangan dapat menjadi beban yang menekan kinerja fundamental bank akibat tingginya biaya operasional, edukasi, dan pendampingan nasabah unbanked. Namun, pengalaman lapangan penulis memperlihatkan bahwa “beban” tersebut sejatinya adalah investasi jangka panjang. Buku ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan strategi berkelanjutan yang menuntut pengorbanan awal demi stabilitas dan pertumbuhan perbankan di masa depan.
Buku ini relevan bagi akademisi, regulator, praktisi perbankan, serta pembuat kebijakan yang ingin memahami hubungan kompleks antara misi sosial dan kinerja finansial bank di Asia. Lebih dari sekadar kajian empiris, karya ini adalah refleksi tentang bagaimana keuangan dapat menjadi alat transformasi sosial, asal kita bersedia melihatnya sebagai investasi, bukan sekadar beban.
Stok Kosong
Paradoks Keuangan di Asia: Menguak Hubungan Inklusi Keuangan dan Kinerja Fundamental Bank
| Penulis | : | Nurul Auliyah Putri S |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | viii + 99 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-829-2 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 135 gram |
Perbankan Asia berada di persimpangan antara mengejar profitabilitas dan menjalankan misi sosial melalui inklusi keuangan. Buku ini mengkaji hubungan tersebut menggunakan pendekatan ekonometrika dinamis System GMM pada data 35 negara Asia. Temuan utamanya menantang asumsi umum: dalam jangka pendek, inklusi keuangan dapat menjadi beban yang menekan kinerja fundamental bank akibat tingginya biaya operasional, edukasi, dan pendampingan nasabah unbanked. Namun, pengalaman lapangan penulis memperlihatkan bahwa “beban” tersebut sejatinya adalah investasi jangka panjang. Buku ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan strategi berkelanjutan yang menuntut pengorbanan awal demi stabilitas dan pertumbuhan perbankan di masa depan.
Buku ini relevan bagi akademisi, regulator, praktisi perbankan, serta pembuat kebijakan yang ingin memahami hubungan kompleks antara misi sosial dan kinerja finansial bank di Asia. Lebih dari sekadar kajian empiris, karya ini adalah refleksi tentang bagaimana keuangan dapat menjadi alat transformasi sosial, asal kita bersedia melihatnya sebagai investasi, bukan sekadar beban.
Stok Kosong