Password Rezeki: Kunci-Kunci Membuka Rezeki
| Penulis | : | Rochma Yulika dan Umar Hidayat |
| Ukuran | : | 13 x 20.5 cm |
| Tebal | : | xii + 148 hlm |
| ISBN | : | 978-623-466-633-5 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 150 gram |
Buku "Password Rezeki: Kunci-Kunci Membuka Rezeki" menawarkan perspektif yang menyentuh hati tentang bagaimana rezeki sesungguhnya telah Allah limpahkan dengan sangat luas—ibarat hujan yang mengguyur bumi. Namun, sering kali manusia sendiri yang belum siap menampungnya. Dengan bahasa yang sederhana namun dalam maknanya, buku ini mengajak pembaca untuk introspeksi: sudahkah kita memantaskan diri untuk menerima karunia-Nya? Kesiapan hati, syukur, dan ikhtiar digambarkan sebagai wadah yang menentukan seberapa banyak limpahan rezeki yang dapat kita terima.
Melalui analogi-analogi yang kuat, buku ini tidak sekadar menjelaskan konsep rezeki, tetapi juga membimbing secara praktis bagaimana membukakan pintu-pintunya. Tanpa menggurui, penulis mengajak pembaca untuk lebih dekat kepada Sang Pemberi Rezeki dan menyadari bahwa penghalang terbesar datang dari dalam diri sendiri. Cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang mencari arah, semangat, dan pencerahan dalam perjalanan hidup dan usaha menjemput rezeki.
Password Rezeki: Kunci-Kunci Membuka Rezeki
| Penulis | : | Rochma Yulika dan Umar Hidayat |
| Ukuran | : | 13 x 20.5 cm |
| Tebal | : | xii + 148 hlm |
| ISBN | : | 978-623-466-633-5 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 150 gram |
Buku "Password Rezeki: Kunci-Kunci Membuka Rezeki" menawarkan perspektif yang menyentuh hati tentang bagaimana rezeki sesungguhnya telah Allah limpahkan dengan sangat luas—ibarat hujan yang mengguyur bumi. Namun, sering kali manusia sendiri yang belum siap menampungnya. Dengan bahasa yang sederhana namun dalam maknanya, buku ini mengajak pembaca untuk introspeksi: sudahkah kita memantaskan diri untuk menerima karunia-Nya? Kesiapan hati, syukur, dan ikhtiar digambarkan sebagai wadah yang menentukan seberapa banyak limpahan rezeki yang dapat kita terima.
Melalui analogi-analogi yang kuat, buku ini tidak sekadar menjelaskan konsep rezeki, tetapi juga membimbing secara praktis bagaimana membukakan pintu-pintunya. Tanpa menggurui, penulis mengajak pembaca untuk lebih dekat kepada Sang Pemberi Rezeki dan menyadari bahwa penghalang terbesar datang dari dalam diri sendiri. Cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang mencari arah, semangat, dan pencerahan dalam perjalanan hidup dan usaha menjemput rezeki.