Menu

Psikologi Lembaga Pemasyarakatan

Penulis : Athalia Widya
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : xii + 448 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 510 gram

Buku ini menghadirkan perspektif yang jarang dibahas secara mendalam: bagaimana pengalaman di penjara membentuk, mengubah, bahkan menghancurkan kehidupan psikologis seseorang. Buku ini lahir dari perpaduan antara kajian ilmiah psikologi, pengalaman lapangan di lingkungan penegakan hukum, serta refleksi kritis terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia. Melalui pendekatan yang humanistik dan berbasis bukti, pembaca diajak melihat bahwa di balik setiap perkara pidana terdapat manusia dengan sejarah kehidupan, trauma, relasi, dan potensi perubahan.

Buku ini menguraikan perjalanan psikologis warga binaan sejak 72 jam pertama setelah penangkapan, proses adaptasi di balik jeruji, dinamika kekuasaan dalam kehidupan penjara, hingga tantangan reintegrasi ketika kembali ke masyarakat. Berbagai tema penting dibahas secara komprehensif, mulai dari trauma masa kecil, gangguan keterikatan (attachment), kesehatan mental, adiksi, konseling psikologis, terapi kognitif-perilaku, logoterapi, pendekatan spiritual, terapi kelompok, hingga rekonstruksi identitas sebagai fondasi perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada warga binaan, buku ini juga mengangkat sisi psikologis petugas pemasyarakatan, konselor, dan pimpinan lembaga pemasyarakatan yang menghadapi tekanan emosional, konflik moral, serta risiko burnout dalam menjalankan tugas. Pembahasan mengenai gender, kekerasan seksual, relasi keluarga, stigma sosial, etika profesi, keselamatan kerja konselor, serta perlindungan hukum memperkaya perspektif bahwa sistem pemasyarakatan adalah ekosistem psikologis yang melibatkan banyak pihak.

Di bagian akhir, penulis menawarkan Model Transformasi Integral Lima Pilar, sebuah kerangka rehabilitasi yang mengintegrasikan dimensi biologis, psikologis, sosial, spiritual, dan hukum sebagai landasan reformasi pemasyarakatan yang lebih manusiawi. Model ini menempatkan rehabilitasi bukan sekadar proses menjalani hukuman, melainkan kesempatan membangun kembali identitas, makna hidup, dan tanggung jawab sosial.

Buku ini menjadi referensi penting bagi mahasiswa psikologi, psikiatri, kriminologi, hukum, dan pekerjaan sosial, sekaligus bagi psikolog forensik, konselor, petugas pemasyarakatan, aparat penegak hukum, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang ingin memahami sisi psikologis kehidupan di balik jeruji. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat penjara bukan semata sebagai tempat penghukuman, melainkan sebagai ruang yang dapat menjadi titik awal pemulihan, transformasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Stok Kosong

Psikologi Lembaga Pemasyarakatan

Penulis : Athalia Widya
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : xii + 448 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 510 gram

Buku ini menghadirkan perspektif yang jarang dibahas secara mendalam: bagaimana pengalaman di penjara membentuk, mengubah, bahkan menghancurkan kehidupan psikologis seseorang. Buku ini lahir dari perpaduan antara kajian ilmiah psikologi, pengalaman lapangan di lingkungan penegakan hukum, serta refleksi kritis terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia. Melalui pendekatan yang humanistik dan berbasis bukti, pembaca diajak melihat bahwa di balik setiap perkara pidana terdapat manusia dengan sejarah kehidupan, trauma, relasi, dan potensi perubahan.

Buku ini menguraikan perjalanan psikologis warga binaan sejak 72 jam pertama setelah penangkapan, proses adaptasi di balik jeruji, dinamika kekuasaan dalam kehidupan penjara, hingga tantangan reintegrasi ketika kembali ke masyarakat. Berbagai tema penting dibahas secara komprehensif, mulai dari trauma masa kecil, gangguan keterikatan (attachment), kesehatan mental, adiksi, konseling psikologis, terapi kognitif-perilaku, logoterapi, pendekatan spiritual, terapi kelompok, hingga rekonstruksi identitas sebagai fondasi perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada warga binaan, buku ini juga mengangkat sisi psikologis petugas pemasyarakatan, konselor, dan pimpinan lembaga pemasyarakatan yang menghadapi tekanan emosional, konflik moral, serta risiko burnout dalam menjalankan tugas. Pembahasan mengenai gender, kekerasan seksual, relasi keluarga, stigma sosial, etika profesi, keselamatan kerja konselor, serta perlindungan hukum memperkaya perspektif bahwa sistem pemasyarakatan adalah ekosistem psikologis yang melibatkan banyak pihak.

Di bagian akhir, penulis menawarkan Model Transformasi Integral Lima Pilar, sebuah kerangka rehabilitasi yang mengintegrasikan dimensi biologis, psikologis, sosial, spiritual, dan hukum sebagai landasan reformasi pemasyarakatan yang lebih manusiawi. Model ini menempatkan rehabilitasi bukan sekadar proses menjalani hukuman, melainkan kesempatan membangun kembali identitas, makna hidup, dan tanggung jawab sosial.

Buku ini menjadi referensi penting bagi mahasiswa psikologi, psikiatri, kriminologi, hukum, dan pekerjaan sosial, sekaligus bagi psikolog forensik, konselor, petugas pemasyarakatan, aparat penegak hukum, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang ingin memahami sisi psikologis kehidupan di balik jeruji. Buku ini mengajak pembaca untuk melihat penjara bukan semata sebagai tempat penghukuman, melainkan sebagai ruang yang dapat menjadi titik awal pemulihan, transformasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Stok Kosong

Buku Rekomendasi