Tafsir Surah Ar-Rahman: Seri Tafsir Tujuh Surah
| Penulis | : | Syamsul Yakin |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xxii + 174 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-517-8 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Tema pokok dalam surah al-Rahman ditandai dengan pengulangan ayat, “Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. Ayat ini terulang sebanyak 31 kali. Makna di balik pengulangan ayat hingga tiga puluh satu kali terbagi menjadi empat kelompok. Kelompok petama ada 8 pengulangan. Kelompok kedua ada 7 pengulangan. Kelompok ketiga dan keempat masing-masing 8 pengulangan.
Secara estetik dan ushlub (gaya bahasa) yang digunakan, surah al-Rahman begitu puitis dan memenuhi dahaga ruhani orang yang membacanya. Di dalamnya dipenuhi dengan majaz atau perumpamaan-perumpamaan yang begitu rinci dan penuh motivasi. Ujung-ujung kata (rima) kian puitis karena dibentuk dari kata yang berarti dua atau mutsanna dan bermakna berpasang-pasangan.
Retorika surah al-Rahman memenuhi sisi informatif, disampaikan secara persuasif, dan memenuhi aspek rekreatif karena pembaca diajak berkeliling surga. Pembaca diajak berpikir induktif sehingga dipaksa untuk terus mencari tahu. Metode berpikir seperti ini menggairahkan kembali studi Islam yang meredup di kampus-kampus Islam dihempas era disrupsi.
Isi surah al-Rahman yang unik, menarik, dan estetik jadi bahan baku bagi pembacanya untuk memeroduksi kebahagiaan dan ketenangan. Implementasinya bisa dengan terus-menerus menyenandungkannya seperti kidung penuh rindu. Bisa juga dengan memahami tafsirnya. Bagi yang sudah mampu menghapalnya bisa dijadikan bacaan surah dalam rakaat tahajud.
Secara persuasif, surah al-Rahman meninggalkan pesan agar para pembacanya berlaku seperti Allah Yang Maha Rahman (Pemurah). Manusa harus menjadi pemurah bagi sesamanya, bagi makhluk lainnya, yang dkenal dan yang tak dikenal. Kemurahan dipercaya dapat memunculkan keberkahan, sementara keberkahan akan melahirkan ketenangan.
Saat ini tidak perlu bertanya seperti apa surga, namun sebaiknya berusaha agar bisa memasukinya tanpa perlu mampir ke neraka. Manusia asalnya dari surga, surah al-Rahman memberi gambaran tentang negeri asal manusia itu. Untuk itu, manusia harus mampu melenggang dengan tenang ke sana.
Secara metodologis, surah al-Rahman ini diketengahkan Allah dengan cara berpikir induktif. Allah memulai pembicaraan dengan ayat-ayat yang berisi subjek yang bersifat khusus.
Cara seperti ini tentu mengundang rasa ingin tahu yang menggebu pada diri manusia. Dalam dunia akademik, metode induktif meniscayakan para akademisi turun ke lapangan untuk melakukan penelitian seperti pengumpulan data, menganalisisnya, dan membuat kesimpulan yang bersifat umum berdasar sejumlah fakta konkret yang bersifat khusus.
Hampir seisi surah al-Rahman ini mempromosikan surga dan kenikmatannya dengan tujuan agar manusia bersegera berbuat kebaikan, sementara metodologinya mendorong agar manusia berpikir empiris, sistematis, kritis, dan logis. Bisa diterima kalau surah al-Rahman dikatakan sebagai salah satu surah yang memuat prinsip ilmu pengetahuan.*
Stok Kosong
Tafsir Surah Ar-Rahman: Seri Tafsir Tujuh Surah
| Penulis | : | Syamsul Yakin |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | xxii + 174 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-517-8 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Tema pokok dalam surah al-Rahman ditandai dengan pengulangan ayat, “Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”. Ayat ini terulang sebanyak 31 kali. Makna di balik pengulangan ayat hingga tiga puluh satu kali terbagi menjadi empat kelompok. Kelompok petama ada 8 pengulangan. Kelompok kedua ada 7 pengulangan. Kelompok ketiga dan keempat masing-masing 8 pengulangan.
Secara estetik dan ushlub (gaya bahasa) yang digunakan, surah al-Rahman begitu puitis dan memenuhi dahaga ruhani orang yang membacanya. Di dalamnya dipenuhi dengan majaz atau perumpamaan-perumpamaan yang begitu rinci dan penuh motivasi. Ujung-ujung kata (rima) kian puitis karena dibentuk dari kata yang berarti dua atau mutsanna dan bermakna berpasang-pasangan.
Retorika surah al-Rahman memenuhi sisi informatif, disampaikan secara persuasif, dan memenuhi aspek rekreatif karena pembaca diajak berkeliling surga. Pembaca diajak berpikir induktif sehingga dipaksa untuk terus mencari tahu. Metode berpikir seperti ini menggairahkan kembali studi Islam yang meredup di kampus-kampus Islam dihempas era disrupsi.
Isi surah al-Rahman yang unik, menarik, dan estetik jadi bahan baku bagi pembacanya untuk memeroduksi kebahagiaan dan ketenangan. Implementasinya bisa dengan terus-menerus menyenandungkannya seperti kidung penuh rindu. Bisa juga dengan memahami tafsirnya. Bagi yang sudah mampu menghapalnya bisa dijadikan bacaan surah dalam rakaat tahajud.
Secara persuasif, surah al-Rahman meninggalkan pesan agar para pembacanya berlaku seperti Allah Yang Maha Rahman (Pemurah). Manusa harus menjadi pemurah bagi sesamanya, bagi makhluk lainnya, yang dkenal dan yang tak dikenal. Kemurahan dipercaya dapat memunculkan keberkahan, sementara keberkahan akan melahirkan ketenangan.
Saat ini tidak perlu bertanya seperti apa surga, namun sebaiknya berusaha agar bisa memasukinya tanpa perlu mampir ke neraka. Manusia asalnya dari surga, surah al-Rahman memberi gambaran tentang negeri asal manusia itu. Untuk itu, manusia harus mampu melenggang dengan tenang ke sana.
Secara metodologis, surah al-Rahman ini diketengahkan Allah dengan cara berpikir induktif. Allah memulai pembicaraan dengan ayat-ayat yang berisi subjek yang bersifat khusus.
Cara seperti ini tentu mengundang rasa ingin tahu yang menggebu pada diri manusia. Dalam dunia akademik, metode induktif meniscayakan para akademisi turun ke lapangan untuk melakukan penelitian seperti pengumpulan data, menganalisisnya, dan membuat kesimpulan yang bersifat umum berdasar sejumlah fakta konkret yang bersifat khusus.
Hampir seisi surah al-Rahman ini mempromosikan surga dan kenikmatannya dengan tujuan agar manusia bersegera berbuat kebaikan, sementara metodologinya mendorong agar manusia berpikir empiris, sistematis, kritis, dan logis. Bisa diterima kalau surah al-Rahman dikatakan sebagai salah satu surah yang memuat prinsip ilmu pengetahuan.*
Stok Kosong