Transformasi Semantik Al-Qur`an: Antara Term Komersial-Teologis dan Term Ridha
| Penulis | : | Wardani dan Taufik Warman Mahfuzh |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 194 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 240 gram |
Sebagai kitab suci, al-Qur`an substansinya bersifat transenden berasal dari Allah SWT; ia adalah cerminan kehendak Tuhan terhadap manusia dan alam semesta sebagai makhluk-Nya, Namun, pada saat yang sama, al-Qur`an juga menyejarah dalam pengertian dalam proses turunnya yang panjang selama periode Makkah dan Madinah berinteraksi dengan budaya dan merespons terhadap kondisi sejarah umum masyarakat Jazirah Arab dan sekitarnya, bahkan turun secara spesifik menjawab atas peristiwa dan pertanyaan yang muncul, meski pesannya tetap bersifat universal. Dalam konteks kedua ini, yaitu sifat menyejarah, sebagai manifestasinya, al-Qur'an tidak hanya meminjam bahasa Arab sebagai bahasa manusia dan bahasa adalah bagian dari budaya, melainkan juga ekspresi-ekspresi al-Qur'an sering menggunakan term-term yang lekat dengan budaya Arab, meski substansi terdalamnya bersifat universal. Salah satu manifestasi bahasanya yang unik adalah penggunaan term-term komersial, namun maknanya bertransformasi ke makna teologis (commercial-theological terms), seperti “tij?rah” (perdagangan), “yasyr? nafsahu” (menjual/menukar dirinya), dan “khusr, khas?r” (kerugian). Begitu juga, kata “pahala” (ajr) yang sering digunakan dalam al-Qur’an sebagai balasan ibadah sebenarnya sangat berkonotasi transaksional. Buku ini mengulas transformasi semantik term-term komersial-teologis ini dan mencari relevansinya secara historis-ekonomis dengan konteks masyarakat Arab yang lekat dengan mata pencaharian berdagang. Yang lebih menarik adalah apakah penggunaan term-term komersial-teologis yang mengindikasikan pengakuan atas keberagamaan yang transaksional ini tidak bertentangan dengan tujuan hakiki manusia, yaitu mencari rida Allah SWT? Buku ini mencoba menganalisis kesejajarannya dan perbandingannya dengan term ri?? dalam al-Qur'an.
Stok Kosong
Transformasi Semantik Al-Qur`an: Antara Term Komersial-Teologis dan Term Ridha
| Penulis | : | Wardani dan Taufik Warman Mahfuzh |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | vi + 194 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 240 gram |
Sebagai kitab suci, al-Qur`an substansinya bersifat transenden berasal dari Allah SWT; ia adalah cerminan kehendak Tuhan terhadap manusia dan alam semesta sebagai makhluk-Nya, Namun, pada saat yang sama, al-Qur`an juga menyejarah dalam pengertian dalam proses turunnya yang panjang selama periode Makkah dan Madinah berinteraksi dengan budaya dan merespons terhadap kondisi sejarah umum masyarakat Jazirah Arab dan sekitarnya, bahkan turun secara spesifik menjawab atas peristiwa dan pertanyaan yang muncul, meski pesannya tetap bersifat universal. Dalam konteks kedua ini, yaitu sifat menyejarah, sebagai manifestasinya, al-Qur'an tidak hanya meminjam bahasa Arab sebagai bahasa manusia dan bahasa adalah bagian dari budaya, melainkan juga ekspresi-ekspresi al-Qur'an sering menggunakan term-term yang lekat dengan budaya Arab, meski substansi terdalamnya bersifat universal. Salah satu manifestasi bahasanya yang unik adalah penggunaan term-term komersial, namun maknanya bertransformasi ke makna teologis (commercial-theological terms), seperti “tij?rah” (perdagangan), “yasyr? nafsahu” (menjual/menukar dirinya), dan “khusr, khas?r” (kerugian). Begitu juga, kata “pahala” (ajr) yang sering digunakan dalam al-Qur’an sebagai balasan ibadah sebenarnya sangat berkonotasi transaksional. Buku ini mengulas transformasi semantik term-term komersial-teologis ini dan mencari relevansinya secara historis-ekonomis dengan konteks masyarakat Arab yang lekat dengan mata pencaharian berdagang. Yang lebih menarik adalah apakah penggunaan term-term komersial-teologis yang mengindikasikan pengakuan atas keberagamaan yang transaksional ini tidak bertentangan dengan tujuan hakiki manusia, yaitu mencari rida Allah SWT? Buku ini mencoba menganalisis kesejajarannya dan perbandingannya dengan term ri?? dalam al-Qur'an.
Stok Kosong