Filsafat Nusantara
| Penulis | : | Dr. Abrar M. Dawud Faza, S.Fil., M.A. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 224 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 260 gram |
Filsafat kerap dipandang secara keliru sebagai wacana yang didominasi tradisi Barat. Padahal, jauh sebelum institusi akademik modern lahir, masyarakat di kepulauan Nusantara telah merumuskan tatanan pemikiran yang matang guna menafsirkan hakikat keberadaan, ilmu pengetahuan, serta keutamaan hidup. Sayangnya, kekayaan intelektual ini kerap terabaikan dalam diskursus arus utama dan direduksi sebatas folklore atau tradisi lisan belaka.
Melalui pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi, buku Filsafat Nusantara ini menyingkap keabsahan pemikiran lokal sebagai bangunan ilmu yang sistematis, rasional, serta sejajar dengan pemikiran dunia. Dari bumi Melayu, Jawa, Bugis, hingga Dayak, terbentang benang merah filosofis yang menempatkan manusia, alam, dan Pencipta dalam satu kesatuan harmonis. Puncak dari bangunan pemikiran ini bermuara pada prinsip gotong royong—sebuah kesadaran eksistensial tentang kebersamaan dan saling ketergantungan.
Di tengah arus modernisasi yang acap kali mencabut manusia dari akarnya, karya ini tidak hadir sebagai bentuk romantisme masa lalu. Buku ini menawarkan kompas etis dan panduan epistemologis berbasis kearifan lokal, guna merespons berbagai dinamika zaman serta menuntun bangsa Indonesia menuju peradaban yang adil, bermakna, dan bermartabat.
Stok Kosong
Filsafat Nusantara
| Penulis | : | Dr. Abrar M. Dawud Faza, S.Fil., M.A. |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 224 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 260 gram |
Filsafat kerap dipandang secara keliru sebagai wacana yang didominasi tradisi Barat. Padahal, jauh sebelum institusi akademik modern lahir, masyarakat di kepulauan Nusantara telah merumuskan tatanan pemikiran yang matang guna menafsirkan hakikat keberadaan, ilmu pengetahuan, serta keutamaan hidup. Sayangnya, kekayaan intelektual ini kerap terabaikan dalam diskursus arus utama dan direduksi sebatas folklore atau tradisi lisan belaka.
Melalui pendekatan ontologi, epistemologi, dan aksiologi, buku Filsafat Nusantara ini menyingkap keabsahan pemikiran lokal sebagai bangunan ilmu yang sistematis, rasional, serta sejajar dengan pemikiran dunia. Dari bumi Melayu, Jawa, Bugis, hingga Dayak, terbentang benang merah filosofis yang menempatkan manusia, alam, dan Pencipta dalam satu kesatuan harmonis. Puncak dari bangunan pemikiran ini bermuara pada prinsip gotong royong—sebuah kesadaran eksistensial tentang kebersamaan dan saling ketergantungan.
Di tengah arus modernisasi yang acap kali mencabut manusia dari akarnya, karya ini tidak hadir sebagai bentuk romantisme masa lalu. Buku ini menawarkan kompas etis dan panduan epistemologis berbasis kearifan lokal, guna merespons berbagai dinamika zaman serta menuntun bangsa Indonesia menuju peradaban yang adil, bermakna, dan bermartabat.
Stok Kosong