Mahasiswa Simalakama: Terjebak Antara Drop Out Atau Tercekik Pinjol
| Penulis | : | A.R. Faiq Adinata |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 126 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Buku ini berbicara tentang kondisi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pada level Perguruan Tinggi. Fokus permasalahan yang dibahas adalah biaya pendidikan di Indonesia yang cukup tinggi dan cenderung memberatkan bagi beberapa kalangan mahasiswa yang memang memiliki keterbatasan kemampuan. Trigger penulisan menjadi lebih menarik ketika tingginya biaya pendidikan ini dipertemukan pula dengan ide berupa opsi menggunakan jasa pinjaman online atau pinjol untuk menyelesaikannya.
Bahkan pada salah satu kampus, pressure ini ditambah pula dengan dorongan dari pihak rektorat kepada mahasiswa untuk mengambil cuti jika mereka tidak dapat menyelesaikan tunggakan biaya kuliahnya. Pada kondisi inilah akhirnya masih dihadapkan pada dua pilihan sulit: berhenti kuliah karena ketidakmampuan membayar biaya atau menggunakan jasa pinjol sebagai solusinya. Buku ini berusaha untuk menemukan apa sebenarnya yang menjadi masalah dari biaya pendidikan di Indonesia yang demikian tinggi.
Penulis juga berusaha menguraikan korelasinya dengan fintech dan perkembangannya di Indonesia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Pada beberapa bagian akhir penulis juga berusaha menghadirkan beberapa mekanisme pertimbangan mengenai student loan (pinjaman mahasiswa) yang bisa saja menjadi solusi paling ideal dari permasalahan ini. Dan akhirnya sebagai warga negara yang kritis, penulis juga menyuarakan tentan pentingnya penegakan hukum pada kasus-kasus korupsi yang sebenarnya dapat menjadi alat untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Stok Kosong
Mahasiswa Simalakama: Terjebak Antara Drop Out Atau Tercekik Pinjol
| Penulis | : | A.R. Faiq Adinata |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 126 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Buku ini berbicara tentang kondisi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pada level Perguruan Tinggi. Fokus permasalahan yang dibahas adalah biaya pendidikan di Indonesia yang cukup tinggi dan cenderung memberatkan bagi beberapa kalangan mahasiswa yang memang memiliki keterbatasan kemampuan. Trigger penulisan menjadi lebih menarik ketika tingginya biaya pendidikan ini dipertemukan pula dengan ide berupa opsi menggunakan jasa pinjaman online atau pinjol untuk menyelesaikannya.
Bahkan pada salah satu kampus, pressure ini ditambah pula dengan dorongan dari pihak rektorat kepada mahasiswa untuk mengambil cuti jika mereka tidak dapat menyelesaikan tunggakan biaya kuliahnya. Pada kondisi inilah akhirnya masih dihadapkan pada dua pilihan sulit: berhenti kuliah karena ketidakmampuan membayar biaya atau menggunakan jasa pinjol sebagai solusinya. Buku ini berusaha untuk menemukan apa sebenarnya yang menjadi masalah dari biaya pendidikan di Indonesia yang demikian tinggi.
Penulis juga berusaha menguraikan korelasinya dengan fintech dan perkembangannya di Indonesia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Pada beberapa bagian akhir penulis juga berusaha menghadirkan beberapa mekanisme pertimbangan mengenai student loan (pinjaman mahasiswa) yang bisa saja menjadi solusi paling ideal dari permasalahan ini. Dan akhirnya sebagai warga negara yang kritis, penulis juga menyuarakan tentan pentingnya penegakan hukum pada kasus-kasus korupsi yang sebenarnya dapat menjadi alat untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Stok Kosong