Struktur Bahasa Pancana: The Structure Of The Pancana Language
| Penulis | : | Dr. Juamdan Zamha Zamihu, M.Hum., Dr. Husni, M.Hum., La Umbu Zaadi, S.Pd., M.Hum., Muh. Yumardin Haeruddin, SKM., M.Kes. |
| Ukuran | : | 17 x 25 cm |
| Tebal | : | xii + 118 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-463-8 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Masalah bahasa dan sastra di wilayah Nusantara Indonesia meliputi tiga masalah pokok, yaitu masalah bahasa nasional, bahasa daerah, dan bahasa asing. Ketiga masalah pokok tersebut perlu digarap secara sungguh-sungguh dan berencana dalam rangka pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia ditujukan pada perlengkapan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi nasional dan sebagai wahana pengungkap berbagai aspek kehidupan sesuai perkembangan zaman.
Bahasa Pancana adalah bahasa yang dituturkan di pulau Buton dan merupakan salah satu rumpun bahasa Austronesia. Daerah-daerah penutur bahasa Pancana meliputi wilayah Buton Tengah: Gu-Lakudo, Mawasangka, Talaga, Buton Selatan: Kadatua, Siompu, Kaimbulawa, Lawela, Kota Baubau: Lowu-Lowu, Kalia-lia, Liabuku, Waliabuku, Sulaa, Waborobo, Katobengke, Tampuna, Palabusa, Kolese serta sebagian pulau Makassar dan Kapontori hingga Lawele dan wilayah Kabupaten Buton. Penutur bahasa Pancana sekitar 7.000 pada versi tahun 1991-2005. La Ode Aegu menyebut Bahasa Pancana ini dengan pu'una pogau yang mengandung arti 'pohonnya bahasa'. Perlu diketahui bahwa penamaan bahasa Pancana ini tidak terdapat dalam daftar Pemetaan Bahasa -bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara (Kaseng: 1983). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan secara sungguh-sungguh sebagai langkah awal pendokumentasian bahasa Pancana dan penuturnya.
Stok Kosong
Struktur Bahasa Pancana: The Structure Of The Pancana Language
| Penulis | : | Dr. Juamdan Zamha Zamihu, M.Hum., Dr. Husni, M.Hum., La Umbu Zaadi, S.Pd., M.Hum., Muh. Yumardin Haeruddin, SKM., M.Kes. |
| Ukuran | : | 17 x 25 cm |
| Tebal | : | xii + 118 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-463-8 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Masalah bahasa dan sastra di wilayah Nusantara Indonesia meliputi tiga masalah pokok, yaitu masalah bahasa nasional, bahasa daerah, dan bahasa asing. Ketiga masalah pokok tersebut perlu digarap secara sungguh-sungguh dan berencana dalam rangka pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia ditujukan pada perlengkapan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi nasional dan sebagai wahana pengungkap berbagai aspek kehidupan sesuai perkembangan zaman.
Bahasa Pancana adalah bahasa yang dituturkan di pulau Buton dan merupakan salah satu rumpun bahasa Austronesia. Daerah-daerah penutur bahasa Pancana meliputi wilayah Buton Tengah: Gu-Lakudo, Mawasangka, Talaga, Buton Selatan: Kadatua, Siompu, Kaimbulawa, Lawela, Kota Baubau: Lowu-Lowu, Kalia-lia, Liabuku, Waliabuku, Sulaa, Waborobo, Katobengke, Tampuna, Palabusa, Kolese serta sebagian pulau Makassar dan Kapontori hingga Lawele dan wilayah Kabupaten Buton. Penutur bahasa Pancana sekitar 7.000 pada versi tahun 1991-2005. La Ode Aegu menyebut Bahasa Pancana ini dengan pu'una pogau yang mengandung arti 'pohonnya bahasa'. Perlu diketahui bahwa penamaan bahasa Pancana ini tidak terdapat dalam daftar Pemetaan Bahasa -bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara (Kaseng: 1983). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan secara sungguh-sungguh sebagai langkah awal pendokumentasian bahasa Pancana dan penuturnya.
Stok Kosong