Menu

The Quorum Kanonik

Penulis : Tonny Djayalaksana
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xii + 168 hlm.
ISBN : 978-623-466-817-9
Cover : Soft cover
Berat : 260 gram

Buku ini merupakan "cetak biru" dari "The Quorum" yang merupakan rangkaian buku 8 seri. The Quorum Kanonik menjadi kompas penunjuk jalan untuk menjelajahi secara tuntas dan lugas berbagai gagasan menarik, reflektif, dan artikulatif yang disajikan dalam karya "Oktalogi" tersebut. Ada 8 seri: The Quorum I, The Quorum II, The Quorum III, The Quorum IV, The Quorum V, The Quorum VI, The Quorum VII, dan The Quorum VIII. Setelah cetak biru The Quorum ini diterbitkan, disusul penerbitan secara simultan 8 seri buku lainnya. 

Intisari dari The Qourum Kanonik sejatinya mengembalikan entitas kehidupan ini. Bukan manusia sebagai titik puncak pencapaian peradaban atas kehidupan. Namun justru berangkat dari mikroba, jamur, bakteri, plankton, serangga dan makhluk-makhluk kecil lain; yang ternyata sebagai penjaga abadi siklus kehidupan. Tanpa mereka, tak akan ada kehidupan di bumi ini. Ekstremnya, kalaupun tak ada manusia di bumi ini, kehidupan akan terus berjalan. Selama ini keilmuan kehidupan didominasi oleh kajian mengenai manusia, di mana manusia menjadi pusat segala-galanya. The Quorum Kanonik memberikan perspektif dan keilmuan yang unik, langka, dan di luar arus utama. 

Manusia hanyalah bagian kecil dari kehidupan. Anda sejatinya bukanlah "Anda". Anda hanyalah sebuah koloni. Manusia tidak pernah hidup sebagai entitas tunggal. Tubuh ini bekerja melalui kehidupan-kehidupan kecil yang tidak terlihat, tidak bernama, dan tidak pernah meminta pengakuan. Tidak ada pusat kendali. Tidak ada kehendak tunggal yang sepenuhnya berdaulat atas tubuh, pikiran, dan arah hidup. Yang ada hanyalah sistem kolektif yang bekerja jauh sebelum manusia belajar memberi makna. 

The Quorum Kanonik bermaksud membaca kehidupan ini dengan jernih dan gamblang. Bukan sebagai penghegemoni siklus kehidupan, melainkan sebagai bukti keterlibatan. Bukan sebagai hak, melainkan sebagai proses yang terus diuji. Ingat, buku ini tidak menawarkan hiburan, tidak menjanjikan keselamatan, dan tidak untuk membangun keyakinan baru. Buku ini hanya ingin membukakan kesadaran manusia arti pentingnya untuk selalu sadar diri, sadar posisi, dan mengakui secara jujur adanya hukum keseimbangan/keselarasan kehidupan. Adaptasi dan keseimbangan menjadi dua kata kunci untuk bertahan hidup sejak dulu, kini, dan di masa mendatang. Penasaran dengan keseluruhan isi buku ini, selamat membacanya sampai tuntas! 

Stok Kosong

The Quorum Kanonik

Penulis : Tonny Djayalaksana
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xii + 168 hlm.
ISBN : 978-623-466-817-9
Cover : Soft cover
Berat : 260 gram

Buku ini merupakan "cetak biru" dari "The Quorum" yang merupakan rangkaian buku 8 seri. The Quorum Kanonik menjadi kompas penunjuk jalan untuk menjelajahi secara tuntas dan lugas berbagai gagasan menarik, reflektif, dan artikulatif yang disajikan dalam karya "Oktalogi" tersebut. Ada 8 seri: The Quorum I, The Quorum II, The Quorum III, The Quorum IV, The Quorum V, The Quorum VI, The Quorum VII, dan The Quorum VIII. Setelah cetak biru The Quorum ini diterbitkan, disusul penerbitan secara simultan 8 seri buku lainnya. 

Intisari dari The Qourum Kanonik sejatinya mengembalikan entitas kehidupan ini. Bukan manusia sebagai titik puncak pencapaian peradaban atas kehidupan. Namun justru berangkat dari mikroba, jamur, bakteri, plankton, serangga dan makhluk-makhluk kecil lain; yang ternyata sebagai penjaga abadi siklus kehidupan. Tanpa mereka, tak akan ada kehidupan di bumi ini. Ekstremnya, kalaupun tak ada manusia di bumi ini, kehidupan akan terus berjalan. Selama ini keilmuan kehidupan didominasi oleh kajian mengenai manusia, di mana manusia menjadi pusat segala-galanya. The Quorum Kanonik memberikan perspektif dan keilmuan yang unik, langka, dan di luar arus utama. 

Manusia hanyalah bagian kecil dari kehidupan. Anda sejatinya bukanlah "Anda". Anda hanyalah sebuah koloni. Manusia tidak pernah hidup sebagai entitas tunggal. Tubuh ini bekerja melalui kehidupan-kehidupan kecil yang tidak terlihat, tidak bernama, dan tidak pernah meminta pengakuan. Tidak ada pusat kendali. Tidak ada kehendak tunggal yang sepenuhnya berdaulat atas tubuh, pikiran, dan arah hidup. Yang ada hanyalah sistem kolektif yang bekerja jauh sebelum manusia belajar memberi makna. 

The Quorum Kanonik bermaksud membaca kehidupan ini dengan jernih dan gamblang. Bukan sebagai penghegemoni siklus kehidupan, melainkan sebagai bukti keterlibatan. Bukan sebagai hak, melainkan sebagai proses yang terus diuji. Ingat, buku ini tidak menawarkan hiburan, tidak menjanjikan keselamatan, dan tidak untuk membangun keyakinan baru. Buku ini hanya ingin membukakan kesadaran manusia arti pentingnya untuk selalu sadar diri, sadar posisi, dan mengakui secara jujur adanya hukum keseimbangan/keselarasan kehidupan. Adaptasi dan keseimbangan menjadi dua kata kunci untuk bertahan hidup sejak dulu, kini, dan di masa mendatang. Penasaran dengan keseluruhan isi buku ini, selamat membacanya sampai tuntas! 

Stok Kosong