Menu

Dinamika Politik Pemekaran Daerah: Teori dan Implikasi Pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara

Penulis : Dr. Drs. Zaman Zaini, M.Si.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xiv + 253 hlm.
ISBN : 978-623-466-235-1
Cover : Soft cover
Berat : 380 gram

Buku ini mengurai berbagai informasi antara lain tentang konflik dan konsensus pemekaran, demokratisasi dan civil society, politik lokal dan elit, terjadinya eskalasi kekerasan politik, dan masih banyak lagi yang terkait dengan pemekaran.

Tuntutan pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara dapat diartikan sebagai bentuk perlawanan terhadap daerah induk. Perlawanan disebabkan karena terjadinya ketertinggalan dan kesenjangan antara harapan dan potensi yang dimiliki daerah Rawas. Hal ini selaras dengan teori Relative Deprivation dari Ted Gurr yang mengatakan bahwa akibat terjadinya perubahan sosial yang cepat, struktur sosial yang tidak terorganisir, ledakan jumlah penduduk, dan ketidakseimbangan lingkungan dapat mengakibatkan terjadinya akumulasi ketegangan, frustasi, rasa tidak aman, dan kemudian pada gilirannya akan mengakibatkan timbulnya perasaan yang sangat tertekan (pressure cooker) yang cenderung dapat meledak dalam bentuk kekerasan dan kekacauan sebagaimana terjadinya bentrokan berdarah dalam peristiwa 29 April 2013.

Buku ini menarik untuk dibaca karena disajikan dalam bahasa yang lugas dan mudah dicerna, apalagi dikaitkan dengan berbagai fakta lapangan. Meskipun dalam buku ini menyorot peristiwa pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2013, tetapi tidak mengurangi makna akademik dari kondisi saat ini karena kajian teoritiknya masih relevan untuk digunakan sebagai referensi bagi dosen, peneliti, praktisi, dan mahasiswa yang konsen terhadap kajian pemekaran kabupaten maupun pemekaran provinsi.

Rp 90.000

Stok Kosong

Dinamika Politik Pemekaran Daerah: Teori dan Implikasi Pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara

Rp 90.000
Penulis : Dr. Drs. Zaman Zaini, M.Si.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xiv + 253 hlm.
ISBN : 978-623-466-235-1
Cover : Soft cover
Berat : 380 gram

Buku ini mengurai berbagai informasi antara lain tentang konflik dan konsensus pemekaran, demokratisasi dan civil society, politik lokal dan elit, terjadinya eskalasi kekerasan politik, dan masih banyak lagi yang terkait dengan pemekaran.

Tuntutan pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara dapat diartikan sebagai bentuk perlawanan terhadap daerah induk. Perlawanan disebabkan karena terjadinya ketertinggalan dan kesenjangan antara harapan dan potensi yang dimiliki daerah Rawas. Hal ini selaras dengan teori Relative Deprivation dari Ted Gurr yang mengatakan bahwa akibat terjadinya perubahan sosial yang cepat, struktur sosial yang tidak terorganisir, ledakan jumlah penduduk, dan ketidakseimbangan lingkungan dapat mengakibatkan terjadinya akumulasi ketegangan, frustasi, rasa tidak aman, dan kemudian pada gilirannya akan mengakibatkan timbulnya perasaan yang sangat tertekan (pressure cooker) yang cenderung dapat meledak dalam bentuk kekerasan dan kekacauan sebagaimana terjadinya bentrokan berdarah dalam peristiwa 29 April 2013.

Buku ini menarik untuk dibaca karena disajikan dalam bahasa yang lugas dan mudah dicerna, apalagi dikaitkan dengan berbagai fakta lapangan. Meskipun dalam buku ini menyorot peristiwa pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2013, tetapi tidak mengurangi makna akademik dari kondisi saat ini karena kajian teoritiknya masih relevan untuk digunakan sebagai referensi bagi dosen, peneliti, praktisi, dan mahasiswa yang konsen terhadap kajian pemekaran kabupaten maupun pemekaran provinsi.

Stok Kosong