Menu

Tu Sop: Era Baru Peradaban Politik Aceh

Penulis : Dr. Mukhtar, S.Fil.I., MA
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : xxxii + 259 hlm.
ISBN : 978-623-466-327-3
Cover : Soft cover
Berat : -

Tu Sop adalah sosok ulama kharismatik Aceh yang bukan hanya piawai dalam berdakwah. Namun ulama yang memiliki nama lengkap Tgk Muhammad Yusuf ini juga mahir dalam politik. Pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Bireun periode 2017-2022 telah membuktikan dirinya sebagai politisi praktis. Meskipun belum berhasil terpilih sebagai bupati Bireun, namun elektabilitasnya selalu membayang-banyangi para pesaingnya. Eksistensi Tu Sop dalam kontestasi politik Aceh telah memberikan nuansa baru bagi peradaban politik Aceh. Sebagai sebuah daerah yang kental dengan Syariat Islam Tu Sop hadir memercikkan embun religius untuk Politik santun yang menyejukkan. Keterlibatan Tu Sop dalam politik praktis bukan tanpa alasan. Meskipun dirinya mendapatkan kritik dari masyarakat yang menganggap bahwa politik itu kotor, maka ulama tidak seharusnya berada dalam kekotoran politik yang dapat mencederai kharisma ulama. Namun Tu Sop malah memberikan dinamika baru bagi politik Aceh.

Tu Sop berusaha masuk dan terlibat langsung dalam politik membawa misi perubahan dengan nuansa Islami. Menurutnya, politik yang identik dengan intrik jahat, kotor, adu domba, fitnah dan penuh dengan kejahilan akan diperkenalkan dengan politik islami. Karena politik kotor juga bagian dari kemungkaran yang harus dicegah. Tu Sop merasa berkewajiban untuk memerangi kemungkaran dengan mengikis kejahilan-kejahilan politik di Aceh. Menurut Tu Sop masyarakat Aceh tidak boleh salah dalam berpolitik, jangan memisahkan agama dengan politik, karena politik yang tidak dipandu oleh agama akan menghancurkan agama itu sendiri. Yang paling menarik dari statement Tu Sop adalah Jika umat Islam salah cara dalam memandang politik, salah sikap dalam berpolitik, maka akan diserang dan dikuasai oleh orang-orang yang memusuhi Islam. Jika ini terus berlanjut, maka kehancuran Islam dan perpecahan bangsa akan terjadi. Alasan ini yang memotivasi Tu Sop terlibat dalam dunia politik untuk membersihkan politik kotor. Buku yang ada ditangan pembaca ini memberikan segudang informasi tentang pandangan politik Tu Sop khususnya politik lokal Aceh. Gagasan-gagasan politik Tu Sop yang dikemas dengan apik oleh penulis mengajak pembaca untuk merenungi arah baru politik Aceh kedepan.

Stok Kosong

Tu Sop: Era Baru Peradaban Politik Aceh

Penulis : Dr. Mukhtar, S.Fil.I., MA
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : xxxii + 259 hlm.
ISBN : 978-623-466-327-3
Cover : Soft cover
Berat : -

Tu Sop adalah sosok ulama kharismatik Aceh yang bukan hanya piawai dalam berdakwah. Namun ulama yang memiliki nama lengkap Tgk Muhammad Yusuf ini juga mahir dalam politik. Pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Bireun periode 2017-2022 telah membuktikan dirinya sebagai politisi praktis. Meskipun belum berhasil terpilih sebagai bupati Bireun, namun elektabilitasnya selalu membayang-banyangi para pesaingnya. Eksistensi Tu Sop dalam kontestasi politik Aceh telah memberikan nuansa baru bagi peradaban politik Aceh. Sebagai sebuah daerah yang kental dengan Syariat Islam Tu Sop hadir memercikkan embun religius untuk Politik santun yang menyejukkan. Keterlibatan Tu Sop dalam politik praktis bukan tanpa alasan. Meskipun dirinya mendapatkan kritik dari masyarakat yang menganggap bahwa politik itu kotor, maka ulama tidak seharusnya berada dalam kekotoran politik yang dapat mencederai kharisma ulama. Namun Tu Sop malah memberikan dinamika baru bagi politik Aceh.

Tu Sop berusaha masuk dan terlibat langsung dalam politik membawa misi perubahan dengan nuansa Islami. Menurutnya, politik yang identik dengan intrik jahat, kotor, adu domba, fitnah dan penuh dengan kejahilan akan diperkenalkan dengan politik islami. Karena politik kotor juga bagian dari kemungkaran yang harus dicegah. Tu Sop merasa berkewajiban untuk memerangi kemungkaran dengan mengikis kejahilan-kejahilan politik di Aceh. Menurut Tu Sop masyarakat Aceh tidak boleh salah dalam berpolitik, jangan memisahkan agama dengan politik, karena politik yang tidak dipandu oleh agama akan menghancurkan agama itu sendiri. Yang paling menarik dari statement Tu Sop adalah Jika umat Islam salah cara dalam memandang politik, salah sikap dalam berpolitik, maka akan diserang dan dikuasai oleh orang-orang yang memusuhi Islam. Jika ini terus berlanjut, maka kehancuran Islam dan perpecahan bangsa akan terjadi. Alasan ini yang memotivasi Tu Sop terlibat dalam dunia politik untuk membersihkan politik kotor. Buku yang ada ditangan pembaca ini memberikan segudang informasi tentang pandangan politik Tu Sop khususnya politik lokal Aceh. Gagasan-gagasan politik Tu Sop yang dikemas dengan apik oleh penulis mengajak pembaca untuk merenungi arah baru politik Aceh kedepan.

Stok Kosong