Menu

Strategi Marketing Politik Pemerintahan di Abad Kontemporer

Penulis : Adhitia Prasetiyo Sudaryanto, Agus Mulyadi, Chenris Rahmasari, dkk.
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : xx + 129 hlm.
ISBN : 978-623-466-271-9
Cover : Soft cover
Berat : -

Eksperimen ilmiah Edward Elder terbilang cukup berani untuk keluar dari ruang mikro atau lingkup mainstream studi kepemimpinandan mencermati lebih lanjut fenomena kepemimpinan mondial di abad kontemporer. Pemikiran Elder seolah memberi pesan kepada peminat kajian kepemimpinan, bahwa seorang pemimpin, utamanya pemimpin politik tidak bisa lepas dari spektrum politik. 

Persepsi Elder berdiri pada konstruksi liberalisasi (demokrasi) politik yang esensinya seperti pasar besar dengan kompetisi ketat. Apa yang seharusnya dilakukan oleh calon pemimpin dalam merespon tantangan kandidasi dan bagaimana pula bereaksi terhadap barisan pesaingnya dan tentu sederet pertanyaan lain terkait, yang berupaya didekati oleh Elder. 

Selanjutnya, Elder mendalami bagaimana determinasi pemimpin politik dan bagaimana pula mengartikulasikan kebijakannya. Elder juga menawarkan rumusan indikator agar legitimasi sosial-politik pemerintah, tidak surut. Keempat indikator tersebut adalah, komunikasi politik, daya tanggap (responsiveness), kepemimpinan (leadership), dan kredibilitas (credibility). 

Menggunakan pendekatan komparatif, Elder mencermati bagaimana model kepemimpinan Presiden Obama dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key. Dimana dua orang pemimpin populer itu juga dipengaruhi oleh sistem politik yang berbeda kontras. Obama berada dalam sistem republik presidensial yang membentuk tiga cabang pemerintah sedangkan Key berdiri di tengah sistem monarkhi konstitusional dengan hanya satu cabang pemerintahan. Perbedaan itu juga berdampak pada perluasan otoritas kebijakan seorang pemimpin. Kendati demikian, keduanya mampu membangun strategi komunikasi dan kredibilitas dengan baik dari kacamata Elder.

Buku ini mengulas lebih detail tentang hal tersebut, tentu dengan studi kritis sekaligus mengapresiasi gagasan Elder. Buku ini sangat mungkin memiliki kekurangan dan keterbatasan, namun demikian sebagai upaya penguatan tradisi ilmiah di dunia akademik, kehadiran buku dapat menjadi penambah perspektif dalam kajian marketing politik pemerintahan kini dan nanti. Selamat membaca, semoga bukunya bermanfaat! 

Stok Kosong

Strategi Marketing Politik Pemerintahan di Abad Kontemporer

Penulis : Adhitia Prasetiyo Sudaryanto, Agus Mulyadi, Chenris Rahmasari, dkk.
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : xx + 129 hlm.
ISBN : 978-623-466-271-9
Cover : Soft cover
Berat : -

Eksperimen ilmiah Edward Elder terbilang cukup berani untuk keluar dari ruang mikro atau lingkup mainstream studi kepemimpinandan mencermati lebih lanjut fenomena kepemimpinan mondial di abad kontemporer. Pemikiran Elder seolah memberi pesan kepada peminat kajian kepemimpinan, bahwa seorang pemimpin, utamanya pemimpin politik tidak bisa lepas dari spektrum politik. 

Persepsi Elder berdiri pada konstruksi liberalisasi (demokrasi) politik yang esensinya seperti pasar besar dengan kompetisi ketat. Apa yang seharusnya dilakukan oleh calon pemimpin dalam merespon tantangan kandidasi dan bagaimana pula bereaksi terhadap barisan pesaingnya dan tentu sederet pertanyaan lain terkait, yang berupaya didekati oleh Elder. 

Selanjutnya, Elder mendalami bagaimana determinasi pemimpin politik dan bagaimana pula mengartikulasikan kebijakannya. Elder juga menawarkan rumusan indikator agar legitimasi sosial-politik pemerintah, tidak surut. Keempat indikator tersebut adalah, komunikasi politik, daya tanggap (responsiveness), kepemimpinan (leadership), dan kredibilitas (credibility). 

Menggunakan pendekatan komparatif, Elder mencermati bagaimana model kepemimpinan Presiden Obama dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key. Dimana dua orang pemimpin populer itu juga dipengaruhi oleh sistem politik yang berbeda kontras. Obama berada dalam sistem republik presidensial yang membentuk tiga cabang pemerintah sedangkan Key berdiri di tengah sistem monarkhi konstitusional dengan hanya satu cabang pemerintahan. Perbedaan itu juga berdampak pada perluasan otoritas kebijakan seorang pemimpin. Kendati demikian, keduanya mampu membangun strategi komunikasi dan kredibilitas dengan baik dari kacamata Elder.

Buku ini mengulas lebih detail tentang hal tersebut, tentu dengan studi kritis sekaligus mengapresiasi gagasan Elder. Buku ini sangat mungkin memiliki kekurangan dan keterbatasan, namun demikian sebagai upaya penguatan tradisi ilmiah di dunia akademik, kehadiran buku dapat menjadi penambah perspektif dalam kajian marketing politik pemerintahan kini dan nanti. Selamat membaca, semoga bukunya bermanfaat! 

Stok Kosong