Dari Pertanyaan Menjadi Pandangan: Jejak Intelektual Membaca Politik, Demokrasi, dan Narasi Publik
| Penulis | : | Muhammad Farras Fadhilsyah |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 213 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-958-9 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 260 gram |
Dari Pertanyaan Menjadi Pandangan: Jejak Intelektual Membaca Politik, Demokrasi, dan Narasi Publik merupakan catatan perjalanan intelektual dalam memahami komunikasi politik, dari proses belajar sebagai pengamat dan kolumnis hingga keterlibatan dalam praktik strategi komunikasi politik.
Buku ini tidak disusun sebagai textbook akademik, melainkan sebagai rekaman proses berpikir dalam membaca berbagai fenomena politik, krisis komunikasi, perubahan media, strategi komunikasi, serta pembentukan persepsi dan narasi publik. Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan kritis, setiap fenomena dipahami melalui pertemuan antara teori dan pengamatan empiris.
Buku ini menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, melainkan proses yang turut membentuk realitas sosial dan politik. Melalui berbagai refleksi dan analisis, pembaca diajak memahami bahwa komunikasi politik dapat dipelajari secara sistematis, sekaligus membutuhkan kepekaan terhadap konteks.
Pada akhirnya, buku ini menjadi jejak bagaimana pertanyaan, pengamatan, dan pengalaman dapat berkembang menjadi pemahaman dan pandangan yang lebih kritis tentang politik, demokrasi, dan narasi publik.
Stok Kosong
Dari Pertanyaan Menjadi Pandangan: Jejak Intelektual Membaca Politik, Demokrasi, dan Narasi Publik
| Penulis | : | Muhammad Farras Fadhilsyah |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 213 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-958-9 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 260 gram |
Dari Pertanyaan Menjadi Pandangan: Jejak Intelektual Membaca Politik, Demokrasi, dan Narasi Publik merupakan catatan perjalanan intelektual dalam memahami komunikasi politik, dari proses belajar sebagai pengamat dan kolumnis hingga keterlibatan dalam praktik strategi komunikasi politik.
Buku ini tidak disusun sebagai textbook akademik, melainkan sebagai rekaman proses berpikir dalam membaca berbagai fenomena politik, krisis komunikasi, perubahan media, strategi komunikasi, serta pembentukan persepsi dan narasi publik. Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan kritis, setiap fenomena dipahami melalui pertemuan antara teori dan pengamatan empiris.
Buku ini menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar penyampaian pesan, melainkan proses yang turut membentuk realitas sosial dan politik. Melalui berbagai refleksi dan analisis, pembaca diajak memahami bahwa komunikasi politik dapat dipelajari secara sistematis, sekaligus membutuhkan kepekaan terhadap konteks.
Pada akhirnya, buku ini menjadi jejak bagaimana pertanyaan, pengamatan, dan pengalaman dapat berkembang menjadi pemahaman dan pandangan yang lebih kritis tentang politik, demokrasi, dan narasi publik.
Stok Kosong