Menu

Urgensi Corporate Social Responsibility: Perspektif Kesejahteraan Sosial

Penulis : Peribadi, Muhammad Arsyad, Ratna Supiyah, Lutfiana Nur Azizah, Wa Ode Sitti Mardiana
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xii + 170 hlm.
ISBN : 978-623-466-403-4
Cover : Soft cover
Berat :  

Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan ditemukan dalam konsep social disclosure, corporate social reporting, social accounting, dan corporate social responsibility. Sedangkan beberapa padanan kata yang selaras dengan CSR adalah: Sustainability yang diperkenalkan ole Elkington (1997), Corporate Citizenship oleh Visser et al., (2007), Corporate Social Performance oleh Carroll (1979), Corporate Philanthropy oleh Varadarajan dan Menon (1988), dan Corporate Social Initiatives oleh Kotler & Lee (2005). Meskipun sejak tahun 1970-an istilah CSR mulai digunakan dan terutama ketika Elkington mengemas CSR ke dalam konteks Profit, Planet dan People (3P). Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa Program Pemberdayaan Masyarakat yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut belum mampu diimplementasikan secara partisipatif dan maksimal kepada komunitas yang terhempas oleh gelombang dahsyat ekploitasi kapitalisme agraris, karena berbagai kepentingan yang bergesekan di dalamnya.

Stok Kosong

Urgensi Corporate Social Responsibility: Perspektif Kesejahteraan Sosial

Penulis : Peribadi, Muhammad Arsyad, Ratna Supiyah, Lutfiana Nur Azizah, Wa Ode Sitti Mardiana
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : xii + 170 hlm.
ISBN : 978-623-466-403-4
Cover : Soft cover
Berat :  

Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan ditemukan dalam konsep social disclosure, corporate social reporting, social accounting, dan corporate social responsibility. Sedangkan beberapa padanan kata yang selaras dengan CSR adalah: Sustainability yang diperkenalkan ole Elkington (1997), Corporate Citizenship oleh Visser et al., (2007), Corporate Social Performance oleh Carroll (1979), Corporate Philanthropy oleh Varadarajan dan Menon (1988), dan Corporate Social Initiatives oleh Kotler & Lee (2005). Meskipun sejak tahun 1970-an istilah CSR mulai digunakan dan terutama ketika Elkington mengemas CSR ke dalam konteks Profit, Planet dan People (3P). Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa Program Pemberdayaan Masyarakat yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut belum mampu diimplementasikan secara partisipatif dan maksimal kepada komunitas yang terhempas oleh gelombang dahsyat ekploitasi kapitalisme agraris, karena berbagai kepentingan yang bergesekan di dalamnya.

Stok Kosong