Menu

Digital sebagai Ikon Pembangunan: Transformasi Ekonomi Desa Wisata

Penulis : Sujatmika, Budiarto, dkk.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 187 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 290 gram

Digital sebagai Ikon Pembangunan: Transformasi Ekonomi Desa Wisata membahas perubahan wajah pembangunan desa wisata di tengah pesatnya digitalisasi. Digital tidak lagi sekadar sarana promosi, melainkan telah menjadi identitas, ruang komunikasi, sekaligus kekuatan baru dalam membangun daya saing ekonomi desa. Melalui media sosial, website, marketplace, dan berbagai kanal digital, potensi desa dapat dikenal lebih luas tanpa harus menunggu wisatawan datang langsung ke lokasi.

Buku ini mengangkat studi penting mengenai bagaimana produk/kekayaan lokal dikembangkan menjadi ikon digital melalui penguatan narasi, konten kreatif, branding, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada pemasaran dan pendapatan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan cara masyarakat memandang potensi desanya.

Pembahasan mencakup tantangan dan peluang desa wisata di era digital, strategi komunikasi digital, penguatan sumber daya manusia, pengukuran kinerja transformasi, berbagai hambatan, hingga model replikasi yang dapat diterapkan di desa wisata lainnya. Dengan pendekatan yang memadukan pengalaman lokal dan strategi praktis, buku ini dapat menjadi referensi bagi pengelola desa wisata, pelaku usaha pariwisata, pemerintah desa, komunitas, akademisi, serta generasi muda dalam menjadikan digitalisasi sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Stok Kosong

Digital sebagai Ikon Pembangunan: Transformasi Ekonomi Desa Wisata

Penulis : Sujatmika, Budiarto, dkk.
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 187 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 290 gram

Digital sebagai Ikon Pembangunan: Transformasi Ekonomi Desa Wisata membahas perubahan wajah pembangunan desa wisata di tengah pesatnya digitalisasi. Digital tidak lagi sekadar sarana promosi, melainkan telah menjadi identitas, ruang komunikasi, sekaligus kekuatan baru dalam membangun daya saing ekonomi desa. Melalui media sosial, website, marketplace, dan berbagai kanal digital, potensi desa dapat dikenal lebih luas tanpa harus menunggu wisatawan datang langsung ke lokasi.

Buku ini mengangkat studi penting mengenai bagaimana produk/kekayaan lokal dikembangkan menjadi ikon digital melalui penguatan narasi, konten kreatif, branding, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada pemasaran dan pendapatan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan cara masyarakat memandang potensi desanya.

Pembahasan mencakup tantangan dan peluang desa wisata di era digital, strategi komunikasi digital, penguatan sumber daya manusia, pengukuran kinerja transformasi, berbagai hambatan, hingga model replikasi yang dapat diterapkan di desa wisata lainnya. Dengan pendekatan yang memadukan pengalaman lokal dan strategi praktis, buku ini dapat menjadi referensi bagi pengelola desa wisata, pelaku usaha pariwisata, pemerintah desa, komunitas, akademisi, serta generasi muda dalam menjadikan digitalisasi sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Stok Kosong