Digitalisasi Pemberdayaan: Teknologi Sosial untuk Generasi Muda
| Penulis | : | Prof. Hasbi, M.Si., Ph.D., Andi Muhammad Arif Haris, S.Tr.Sos., Sp.P.S.M., Ph.D., Wiwit Widiansyah, S.ST., M.Si. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 321 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 470 gram |
Digitalisasi Pemberdayaan: Teknologi Sosial untuk Generasi Muda membahas perubahan paradigma pemberdayaan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Buku ini menempatkan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai subjek utama yang memiliki potensi untuk berperan aktif dalam pembangunan sosial. Diawali dengan konsep dasar pemberdayaan, perubahan sosial, dan transformasi digital, pembahasan kemudian menguraikan karakteristik, potensi, tantangan, serta strategi penguatan kapasitas generasi muda agar mampu memanfaatkan digitalisasi sebagai sarana untuk meningkatkan partisipasi, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
Buku ini mengulas berbagai pendekatan dan praktik pemberdayaan berbasis teknologi, mulai dari literasi digital, teknologi sosial, pemetaan masalah dan potensi masyarakat berbasis data, hingga pemberdayaan ekonomi melalui platform digital. Selain itu, dibahas pula pendidikan komunitas dan ruang belajar digital, pemanfaatan media sosial sebagai sarana advokasi dan gerakan sosial, serta penguatan kepemimpinan digital generasi muda. Pemberdayaan digital dipahami bukan sekadar proses pemanfaatan teknologi, melainkan pendekatan yang perlu didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, organisasi pemuda, dunia usaha, dan media agar tercipta ekosistem pemberdayaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, buku ini memberikan perhatian terhadap berbagai tantangan dalam proses digitalisasi, seperti kesenjangan akses dan keterampilan digital, risiko eksklusi sosial, ketergantungan pada platform, keamanan data, serta persoalan etika dalam penggunaan teknologi. Sebagai bagian akhir, buku ini menawarkan kerangka model pemberdayaan masyarakat digital yang meliputi identifikasi masalah dan potensi, penguatan kapasitas, implementasi, evaluasi, dan keberlanjutan program, sekaligus mengajak pembaca melihat masa depan teknologi sosial dengan tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan. Dengan cakupan tersebut, buku ini diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, pendamping masyarakat, organisasi pemuda, pemerintah, dan berbagai pihak dalam mengembangkan praktik pemberdayaan digital yang inklusif, manusiawi, adaptif, dan berkelanjutan.
Stok Kosong
Digitalisasi Pemberdayaan: Teknologi Sosial untuk Generasi Muda
| Penulis | : | Prof. Hasbi, M.Si., Ph.D., Andi Muhammad Arif Haris, S.Tr.Sos., Sp.P.S.M., Ph.D., Wiwit Widiansyah, S.ST., M.Si. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 321 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 470 gram |
Digitalisasi Pemberdayaan: Teknologi Sosial untuk Generasi Muda membahas perubahan paradigma pemberdayaan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Buku ini menempatkan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai subjek utama yang memiliki potensi untuk berperan aktif dalam pembangunan sosial. Diawali dengan konsep dasar pemberdayaan, perubahan sosial, dan transformasi digital, pembahasan kemudian menguraikan karakteristik, potensi, tantangan, serta strategi penguatan kapasitas generasi muda agar mampu memanfaatkan digitalisasi sebagai sarana untuk meningkatkan partisipasi, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
Buku ini mengulas berbagai pendekatan dan praktik pemberdayaan berbasis teknologi, mulai dari literasi digital, teknologi sosial, pemetaan masalah dan potensi masyarakat berbasis data, hingga pemberdayaan ekonomi melalui platform digital. Selain itu, dibahas pula pendidikan komunitas dan ruang belajar digital, pemanfaatan media sosial sebagai sarana advokasi dan gerakan sosial, serta penguatan kepemimpinan digital generasi muda. Pemberdayaan digital dipahami bukan sekadar proses pemanfaatan teknologi, melainkan pendekatan yang perlu didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, organisasi pemuda, dunia usaha, dan media agar tercipta ekosistem pemberdayaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, buku ini memberikan perhatian terhadap berbagai tantangan dalam proses digitalisasi, seperti kesenjangan akses dan keterampilan digital, risiko eksklusi sosial, ketergantungan pada platform, keamanan data, serta persoalan etika dalam penggunaan teknologi. Sebagai bagian akhir, buku ini menawarkan kerangka model pemberdayaan masyarakat digital yang meliputi identifikasi masalah dan potensi, penguatan kapasitas, implementasi, evaluasi, dan keberlanjutan program, sekaligus mengajak pembaca melihat masa depan teknologi sosial dengan tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan. Dengan cakupan tersebut, buku ini diharapkan menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, pendamping masyarakat, organisasi pemuda, pemerintah, dan berbagai pihak dalam mengembangkan praktik pemberdayaan digital yang inklusif, manusiawi, adaptif, dan berkelanjutan.
Stok Kosong