Menu

Hukum dan HAM: Penegakan Pelanggaran Berat dan Persoalan Impunitas di Indonesia

Penulis : Husni Thamrin
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 164 hlm.
ISBN : 978-623-466-961-9
Cover : Soft cover
Berat : 256 gram

Sejak era Reformasi 1998, Indonesia telah membangun komitmen perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui berbagai undang-undang dan pembentukan peradilan khusus. Namun, komitmen normatif ini berhadapan dengan kenyataan pahit: sebagian besar kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tetap berujung pada kebuntuan hukum dan melanggengkan praktik impunitas. Pengakuan resmi negara atas belasan peristiwa kelam masa lalu pun belum mampu membawa para pelakunya ke meja hijau, sementara korban dan keluarga terus menagih keadilan. 

Buku ini membedah secara mendalam akar masalah penegakan hukum dan keadilan transisional di Indonesia. Melalui kajian yuridis normatif dan analisis studi kasus, penulis mengulas secara kritis jebakan impunitas de facto, hambatan rumitnya standar pembuktian kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida, hingga dinamika pergeseran arah kebijakan negara yang kini semakin cenderung memilih jalur penyelesaian non-yudisial. 

Salah satu sorotan utama dalam karya ini adalah fenomena "bolak-balik berkas" dan perbedaan penafsiran hukum yang tak kunjung usai antara Komnas HAM sebagai penyelidik dan Kejaksaan Agung sebagai penyidik/penuntut. Rantai birokrasi dan hambatan politik yang sistematis ini terbukti menjadi tembok tebal yang melumpuhkan fungsionalitas Pengadilan HAM Ad Hoc, sehingga mayoritas proses peradilan yang pernah digelar berakhir pada vonis bebas. 

Memasuki era baru berlakunya KUHP Nasional 2026, buku ini menghadirkan analisis paling aktual mengenai potensi dualisme norma dan ketidakpastian hukum yang timbul akibat diintegrasikannya kejahatan HAM berat ke dalam hukum pidana umum. Penulis memetakan tantangan-tantangan baru ini sekaligus memperbandingkannya dengan pengalaman berbagai negara yang telah berhasil menjalankan mekanisme keadilan transisional. 

Sebagai kontribusi pemikiran yang solutif, buku ini menawarkan gagasan rekonstruksi hukum dan kelembagaan secara menyeluruh. Penulis merumuskan kerangka kerja yang memadukan secara seimbang antara penegakan hukum yudisial (penghukuman pelaku), pemulihan hak-hak korban (reparasi), pengungkapan kebenaran sejarah, serta reformasi institusional guna menjamin ketidakberulangan kejahatan serupa di masa depan.
 

Stok Kosong

Hukum dan HAM: Penegakan Pelanggaran Berat dan Persoalan Impunitas di Indonesia

Penulis : Husni Thamrin
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : viii + 164 hlm.
ISBN : 978-623-466-961-9
Cover : Soft cover
Berat : 256 gram

Sejak era Reformasi 1998, Indonesia telah membangun komitmen perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui berbagai undang-undang dan pembentukan peradilan khusus. Namun, komitmen normatif ini berhadapan dengan kenyataan pahit: sebagian besar kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tetap berujung pada kebuntuan hukum dan melanggengkan praktik impunitas. Pengakuan resmi negara atas belasan peristiwa kelam masa lalu pun belum mampu membawa para pelakunya ke meja hijau, sementara korban dan keluarga terus menagih keadilan. 

Buku ini membedah secara mendalam akar masalah penegakan hukum dan keadilan transisional di Indonesia. Melalui kajian yuridis normatif dan analisis studi kasus, penulis mengulas secara kritis jebakan impunitas de facto, hambatan rumitnya standar pembuktian kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida, hingga dinamika pergeseran arah kebijakan negara yang kini semakin cenderung memilih jalur penyelesaian non-yudisial. 

Salah satu sorotan utama dalam karya ini adalah fenomena "bolak-balik berkas" dan perbedaan penafsiran hukum yang tak kunjung usai antara Komnas HAM sebagai penyelidik dan Kejaksaan Agung sebagai penyidik/penuntut. Rantai birokrasi dan hambatan politik yang sistematis ini terbukti menjadi tembok tebal yang melumpuhkan fungsionalitas Pengadilan HAM Ad Hoc, sehingga mayoritas proses peradilan yang pernah digelar berakhir pada vonis bebas. 

Memasuki era baru berlakunya KUHP Nasional 2026, buku ini menghadirkan analisis paling aktual mengenai potensi dualisme norma dan ketidakpastian hukum yang timbul akibat diintegrasikannya kejahatan HAM berat ke dalam hukum pidana umum. Penulis memetakan tantangan-tantangan baru ini sekaligus memperbandingkannya dengan pengalaman berbagai negara yang telah berhasil menjalankan mekanisme keadilan transisional. 

Sebagai kontribusi pemikiran yang solutif, buku ini menawarkan gagasan rekonstruksi hukum dan kelembagaan secara menyeluruh. Penulis merumuskan kerangka kerja yang memadukan secara seimbang antara penegakan hukum yudisial (penghukuman pelaku), pemulihan hak-hak korban (reparasi), pengungkapan kebenaran sejarah, serta reformasi institusional guna menjamin ketidakberulangan kejahatan serupa di masa depan.
 

Stok Kosong

Buku Rekomendasi