Keadilan di Ujung Jempol: Potret No Viral No Justice dalam Implementasi Penegakan Hukum di Indonesia
| Penulis | : | AR Faiq Adinata |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 94 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara penegakan hukum. Proses penegakan hukum sering kali menjadi lebih cepat ketika suatu kasus mendapat sorotan luas dari masyarakat. Namun, fenomena ini juga menimbulkan masalah lain, seperti keadilan yang terlihat dangkal dan dapat dipengaruhi oleh opini publik, serta risiko penyebaran informasi yang tidak akurat yang dapat merugikan proses hukum yang seharusnya objektif.
Pentingnya reformasi dalam sistem hukum ditekankan agar penegakan hukum dapat berjalan secara independen tanpa tekanan dari luar. Di samping itu, peningkatan literasi hukum di kalangan masyarakat juga sangat perlu dilakukan guna meningkatkan kesadaran akan hak-hak hukum dan prosedur yang berlaku. Melalui berbagai studi kasus, terlihat jelas ketidakadilan dalam perlakuan hukum yang sering kali bergantung pada viralitas di media sosial. Dengan demikian, buku "Keadilan di Ujung Jempol: Potret No Viral No Justice dalam Implementasi Penegakan Hukum di Indonesia" dapat menjadi refleksi mendalam tentang hubungan antara teknologi, hukum, dan keterlibatan publik, serta mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap sistem hukum yang ada di Indonesia.
Stok Kosong
Keadilan di Ujung Jempol: Potret No Viral No Justice dalam Implementasi Penegakan Hukum di Indonesia
| Penulis | : | AR Faiq Adinata |
| Ukuran | : | 14 x 20 cm |
| Tebal | : | x + 94 hlm. |
| ISBN | : | - |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara penegakan hukum. Proses penegakan hukum sering kali menjadi lebih cepat ketika suatu kasus mendapat sorotan luas dari masyarakat. Namun, fenomena ini juga menimbulkan masalah lain, seperti keadilan yang terlihat dangkal dan dapat dipengaruhi oleh opini publik, serta risiko penyebaran informasi yang tidak akurat yang dapat merugikan proses hukum yang seharusnya objektif.
Pentingnya reformasi dalam sistem hukum ditekankan agar penegakan hukum dapat berjalan secara independen tanpa tekanan dari luar. Di samping itu, peningkatan literasi hukum di kalangan masyarakat juga sangat perlu dilakukan guna meningkatkan kesadaran akan hak-hak hukum dan prosedur yang berlaku. Melalui berbagai studi kasus, terlihat jelas ketidakadilan dalam perlakuan hukum yang sering kali bergantung pada viralitas di media sosial. Dengan demikian, buku "Keadilan di Ujung Jempol: Potret No Viral No Justice dalam Implementasi Penegakan Hukum di Indonesia" dapat menjadi refleksi mendalam tentang hubungan antara teknologi, hukum, dan keterlibatan publik, serta mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap sistem hukum yang ada di Indonesia.
Stok Kosong