Menu

Local Leadership Suku Tengger dalam Konteks Multicultural Village Governance

Penulis : Dr. Aminullah, S.Sos., M.AP., Muhammad Khafid Ainul Yaqin, S.AP., Imam Muazansyah, S.E., M.I.P.
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : vi + 144  hlm.
ISBN : 978-623-466-329-7
Cover : Soft cover
Berat : -

Suku Tengger adalah salah satu suku yang masih ada hingga sekarang dan tetap teguh memegang nilai-nilai tradisonalnya. Dengan masih tradisionalnya suku tengger yang humanis dengan tanpa memandang siapa dan berlatar belakang apa orang-orang yang ada di sekitar mereka. Desa Tosari adalah salu satu desa yang berada di wilayah kecamatan Tosari kabupaten Pasuran yang merupakan salah satu dari 4 wilayah administratif suku Tengger. Dengan sikap humanisnya serta kuatnya mereka dalam menjaga serta melestarikan adat istiadat suku Tengger mereka disebut sebagai masyarakat yang multicultural. Istilah multicultural ini merujuk pada betapa beragamnya kebudayaan-kebudayaan yang ada di suku Tengger serta betapa rukunnya masyarakat disana tanpa memandang latar belakang mereka. Hal ini dapat dilihat dari adanya tempat ibadah dari tiga agama yakni masjid bagi umat islam, gereja bagi umat kristiani, dan Pura bagi umat Hindu. Selain itu, suku Tengger didesa Tosari tetap menjaga tradisi-tradisi yang telah diturunkan oleh nenek moyang mereka.

Disana juga terdapat dua pemimpin yang sama-sama memilki pengaruh terhadap lapisan masyarakat dibawahnya. Yakni pemimpin formal dalam hal ini adalah kepala desa dan pemimpin adat yang dalam hal ini adalah Dukun adat pandhita. Keduanya menjalankan mandat kepemimpinanya sesuai tugasnya masing-masing. Jika kepala desa menjalankan tugasnya sebagai pemimpin formal yang mana bertugas melayani masyarakatnya secara administratif dan sesuai aturan, maka dukun adat pandhita disini berperan sebagai pelayan masyarakat di wilayah upacara adat. Seperti upacara hari raya karo dan upacara yadnya kasada.

Stok Kosong

Local Leadership Suku Tengger dalam Konteks Multicultural Village Governance

Penulis : Dr. Aminullah, S.Sos., M.AP., Muhammad Khafid Ainul Yaqin, S.AP., Imam Muazansyah, S.E., M.I.P.
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : vi + 144  hlm.
ISBN : 978-623-466-329-7
Cover : Soft cover
Berat : -

Suku Tengger adalah salah satu suku yang masih ada hingga sekarang dan tetap teguh memegang nilai-nilai tradisonalnya. Dengan masih tradisionalnya suku tengger yang humanis dengan tanpa memandang siapa dan berlatar belakang apa orang-orang yang ada di sekitar mereka. Desa Tosari adalah salu satu desa yang berada di wilayah kecamatan Tosari kabupaten Pasuran yang merupakan salah satu dari 4 wilayah administratif suku Tengger. Dengan sikap humanisnya serta kuatnya mereka dalam menjaga serta melestarikan adat istiadat suku Tengger mereka disebut sebagai masyarakat yang multicultural. Istilah multicultural ini merujuk pada betapa beragamnya kebudayaan-kebudayaan yang ada di suku Tengger serta betapa rukunnya masyarakat disana tanpa memandang latar belakang mereka. Hal ini dapat dilihat dari adanya tempat ibadah dari tiga agama yakni masjid bagi umat islam, gereja bagi umat kristiani, dan Pura bagi umat Hindu. Selain itu, suku Tengger didesa Tosari tetap menjaga tradisi-tradisi yang telah diturunkan oleh nenek moyang mereka.

Disana juga terdapat dua pemimpin yang sama-sama memilki pengaruh terhadap lapisan masyarakat dibawahnya. Yakni pemimpin formal dalam hal ini adalah kepala desa dan pemimpin adat yang dalam hal ini adalah Dukun adat pandhita. Keduanya menjalankan mandat kepemimpinanya sesuai tugasnya masing-masing. Jika kepala desa menjalankan tugasnya sebagai pemimpin formal yang mana bertugas melayani masyarakatnya secara administratif dan sesuai aturan, maka dukun adat pandhita disini berperan sebagai pelayan masyarakat di wilayah upacara adat. Seperti upacara hari raya karo dan upacara yadnya kasada.

Stok Kosong