Masyarakat Pramodern dan Modernitas
| Penulis | : | Dr. Ria Renita Abbas, M.Si. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 293 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-832-2 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 430 gram |
Buku Masyarakat Pramodern dan Modernitas menuliskan perjalanan panjang perubahan sosial manusia, dari kehidupan masyarakat sederhana hingga kompleksitas dunia modern. Karya ini memaparkan bagaimana struktur sosial, pola hubungan, sistem nilai, serta cara hidup masyarakat mengalami transformasi seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan kekuasaan. Oleh karena itu, pada bagian awal buku ini telah menguraikan karakteristik masyarakat pramodern yang ditandai oleh skala kehidupan yang kecil, hubungan sosial yang bersifat personal dan kekerabatan, pembagian kerja yang terbatas, serta dominasi tradisi dalam mengatur kehidupan bersama. Adapun gambaran mengenai masyarakat agraris dan kota praindustri yang mulai menunjukkan diferensiasi sosial, munculnya stratifikasi, birokrasi sederhana, serta hubungan patron klien sebagai mekanisme kekuasaan dan distribusi sumber daya.
Selain itu, buku ini melihat modernitas sebagai proses perubahan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, politik, budaya, dan kelembagaan. Modernitas dipahami melalui perkembangan kapitalisme, industrialisme, negara-bangsa, sistem pengawasan administratif, serta perubahan dalam pola relasi sosial yang semakin rasional, impersonal, dan berbasis pencapaian.Pembahasan mengenai modernisasi memperlihatkan dinamika transformasi sosial di berbagai konteks, termasuk negara berkembang yang menghadapi ketegangan antara tradisi dan perubahan. Buku ini juga menyoroti beragam paradigma, kekuatan pendorong, serta tantangan modernisasi, seperti ketimpangan sosial, masalah pemerataan, pengaruh kolonialisme, hingga posisi masyarakat Dunia Ketiga dalam arus global.
Pada bagian akhir, modernisasi dianalisis melalui gejala sosial yang ditimbulkannya, termasuk perdebatan tentang hubungan antara modernisasi dan westernisasi, serta pertanyaan mengenai nilai-nilai yang menyertainya. Dengan pendekatan teoritis dan komparatif, buku ini menawarkan pemahaman bahwa modernitas bukanlah proses yang seragam, melainkan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh kondisi historis, sosial, dan budaya masing-masing masyarakat.Secara keseluruhan, buku ini memberikan kerangka konseptual yang komprehensif untuk memahami perubahan sosial dari perspektif sosiologis, sekaligus menjadi rujukan penting bagi pembaca yang ingin melihat modernitas sebagai proses transformasi yang dinamis, penuh peluang, namun juga sarat dengan tantangan.
Stok Kosong
Masyarakat Pramodern dan Modernitas
| Penulis | : | Dr. Ria Renita Abbas, M.Si. |
| Ukuran | : | 15.5 x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 293 hlm. |
| ISBN | : | 978-623-466-832-2 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | 430 gram |
Buku Masyarakat Pramodern dan Modernitas menuliskan perjalanan panjang perubahan sosial manusia, dari kehidupan masyarakat sederhana hingga kompleksitas dunia modern. Karya ini memaparkan bagaimana struktur sosial, pola hubungan, sistem nilai, serta cara hidup masyarakat mengalami transformasi seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan kekuasaan. Oleh karena itu, pada bagian awal buku ini telah menguraikan karakteristik masyarakat pramodern yang ditandai oleh skala kehidupan yang kecil, hubungan sosial yang bersifat personal dan kekerabatan, pembagian kerja yang terbatas, serta dominasi tradisi dalam mengatur kehidupan bersama. Adapun gambaran mengenai masyarakat agraris dan kota praindustri yang mulai menunjukkan diferensiasi sosial, munculnya stratifikasi, birokrasi sederhana, serta hubungan patron klien sebagai mekanisme kekuasaan dan distribusi sumber daya.
Selain itu, buku ini melihat modernitas sebagai proses perubahan multidimensi yang tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, politik, budaya, dan kelembagaan. Modernitas dipahami melalui perkembangan kapitalisme, industrialisme, negara-bangsa, sistem pengawasan administratif, serta perubahan dalam pola relasi sosial yang semakin rasional, impersonal, dan berbasis pencapaian.Pembahasan mengenai modernisasi memperlihatkan dinamika transformasi sosial di berbagai konteks, termasuk negara berkembang yang menghadapi ketegangan antara tradisi dan perubahan. Buku ini juga menyoroti beragam paradigma, kekuatan pendorong, serta tantangan modernisasi, seperti ketimpangan sosial, masalah pemerataan, pengaruh kolonialisme, hingga posisi masyarakat Dunia Ketiga dalam arus global.
Pada bagian akhir, modernisasi dianalisis melalui gejala sosial yang ditimbulkannya, termasuk perdebatan tentang hubungan antara modernisasi dan westernisasi, serta pertanyaan mengenai nilai-nilai yang menyertainya. Dengan pendekatan teoritis dan komparatif, buku ini menawarkan pemahaman bahwa modernitas bukanlah proses yang seragam, melainkan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh kondisi historis, sosial, dan budaya masing-masing masyarakat.Secara keseluruhan, buku ini memberikan kerangka konseptual yang komprehensif untuk memahami perubahan sosial dari perspektif sosiologis, sekaligus menjadi rujukan penting bagi pembaca yang ingin melihat modernitas sebagai proses transformasi yang dinamis, penuh peluang, namun juga sarat dengan tantangan.
Stok Kosong