Meretas Budaya Antroponimi Masyarakat Bugis
| Penulis | : | Abd. Rahman Rahim |
| Ukuran | : | 15.5 cm x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 64 hal |
| ISBN | : | 978-623-466-217-7 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Pemberian nama diri merupakan manifestasi kondisi psikologis masyarakat pada tataran makro yaitu bagaimana mencitrakan dirinya dan bagaimana memunculkan citranya ke dunia luar yang selanjutnya merefeksikan struktur berpikir dari warganya. Hasil penelitian yang relevan ini menjadi dasar pentingnya dilaksanakan penelitian ini, apalagi saat ini pemberian nama diri bagi masyarakat Bugis di Kabupaten Sinjai sudah mengalami pergeseran. Selain alasan tersebut, sesuai dengan studi pendahuluan yang telah dilakukan, penulis belum menemukan hasil penelitian yang berkaitan dengan kajian antroponimi khususnya bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Sinjai. Kajian antroponimi ini merupakan kajian yang masih baru diengan mengaitkan antara linguistik, sejarah, dan budaya di sebuah daerah. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis dengan fokus penelitian pada pemberian nama bagi masyarakat Bugis, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Sinjai.
Stok Kosong
Meretas Budaya Antroponimi Masyarakat Bugis
| Penulis | : | Abd. Rahman Rahim |
| Ukuran | : | 15.5 cm x 23 cm |
| Tebal | : | viii + 64 hal |
| ISBN | : | 978-623-466-217-7 |
| Cover | : | Soft cover |
| Berat | : | - |
Pemberian nama diri merupakan manifestasi kondisi psikologis masyarakat pada tataran makro yaitu bagaimana mencitrakan dirinya dan bagaimana memunculkan citranya ke dunia luar yang selanjutnya merefeksikan struktur berpikir dari warganya. Hasil penelitian yang relevan ini menjadi dasar pentingnya dilaksanakan penelitian ini, apalagi saat ini pemberian nama diri bagi masyarakat Bugis di Kabupaten Sinjai sudah mengalami pergeseran. Selain alasan tersebut, sesuai dengan studi pendahuluan yang telah dilakukan, penulis belum menemukan hasil penelitian yang berkaitan dengan kajian antroponimi khususnya bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Sinjai. Kajian antroponimi ini merupakan kajian yang masih baru diengan mengaitkan antara linguistik, sejarah, dan budaya di sebuah daerah. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis dengan fokus penelitian pada pemberian nama bagi masyarakat Bugis, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Sinjai.
Stok Kosong