Menu

Model Digital Transformation: Pelaku Ekonomi Kreatif di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Penulis : Prayudi, M. Edy Susilo, Ninik Probosari
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : vi + 117 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 190 gram

Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan semakin kompetitifnya industri pariwisata. Di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan cara pelaku ekonomi kreatif membangun komunikasi, mengembangkan produk, memperkuat branding, mengelola pasar, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Buku Model Digital Transformation Pelaku Ekonomi Kreatif di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas menghadirkan kerangka konseptual dan model implementasi transformasi digital yang dikembangkan berdasarkan karakteristik pelaku ekonomi kreatif di destinasi pariwisata. Buku ini memandang transformasi digital sebagai proses yang mengintegrasikan teknologi, komunikasi, kapasitas organisasi, kreativitas, jejaring kolaborasi, dan ekosistem pariwisata.

Pembahasan buku mencakup konsep transformasi digital, karakteristik dan tantangan ekonomi kreatif, kesiapan digital pelaku usaha, digitalisasi komunikasi dan pemasaran, penguatan storytelling dan branding berbasis lokalitas, pemanfaatan platform digital, integrasi ekonomi kreatif dengan ekosistem pariwisata, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Pendekatan Quadruple Helix digunakan untuk menjelaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem transformasi digital yang berkelanjutan.

Model yang ditawarkan dalam buku ini menempatkan pelaku ekonomi kreatif sebagai aktor utama transformasi, dengan dukungan teknologi digital, komunikasi strategis, penguatan kapasitas, jejaring kolaboratif, dan integrasi dengan rantai nilai pariwisata. Dengan demikian, transformasi digital tidak berhenti pada adopsi media sosial atau platform digital, tetapi diarahkan untuk menghasilkan peningkatan daya saing, perluasan pasar, penguatan identitas lokal, dan keberlanjutan ekonomi kreatif di destinasi.

Buku ini relevan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerintah daerah, pengelola destinasi, komunitas kreatif, pelaku UMKM ekonomi kreatif, serta praktisi komunikasi dan pariwisata yang membutuhkan perspektif konseptual sekaligus praktis mengenai transformasi digital.

Rp 58.000

Stok Kosong

Model Digital Transformation: Pelaku Ekonomi Kreatif di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Rp 58.000
Penulis : Prayudi, M. Edy Susilo, Ninik Probosari
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Tebal : vi + 117 hlm.
ISBN : -
Cover : Soft cover
Berat : 190 gram

Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, dan semakin kompetitifnya industri pariwisata. Di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan cara pelaku ekonomi kreatif membangun komunikasi, mengembangkan produk, memperkuat branding, mengelola pasar, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Buku Model Digital Transformation Pelaku Ekonomi Kreatif di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas menghadirkan kerangka konseptual dan model implementasi transformasi digital yang dikembangkan berdasarkan karakteristik pelaku ekonomi kreatif di destinasi pariwisata. Buku ini memandang transformasi digital sebagai proses yang mengintegrasikan teknologi, komunikasi, kapasitas organisasi, kreativitas, jejaring kolaborasi, dan ekosistem pariwisata.

Pembahasan buku mencakup konsep transformasi digital, karakteristik dan tantangan ekonomi kreatif, kesiapan digital pelaku usaha, digitalisasi komunikasi dan pemasaran, penguatan storytelling dan branding berbasis lokalitas, pemanfaatan platform digital, integrasi ekonomi kreatif dengan ekosistem pariwisata, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Pendekatan Quadruple Helix digunakan untuk menjelaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem transformasi digital yang berkelanjutan.

Model yang ditawarkan dalam buku ini menempatkan pelaku ekonomi kreatif sebagai aktor utama transformasi, dengan dukungan teknologi digital, komunikasi strategis, penguatan kapasitas, jejaring kolaboratif, dan integrasi dengan rantai nilai pariwisata. Dengan demikian, transformasi digital tidak berhenti pada adopsi media sosial atau platform digital, tetapi diarahkan untuk menghasilkan peningkatan daya saing, perluasan pasar, penguatan identitas lokal, dan keberlanjutan ekonomi kreatif di destinasi.

Buku ini relevan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerintah daerah, pengelola destinasi, komunitas kreatif, pelaku UMKM ekonomi kreatif, serta praktisi komunikasi dan pariwisata yang membutuhkan perspektif konseptual sekaligus praktis mengenai transformasi digital.

Stok Kosong